Hukum & Kriminal

Berdalih Suka Sama Suka, Gufron Cabuli Santrinya Saat Dini Hari

Sumenep (beritajatim.com) – Irsono alias H. Gufron (45), warga Desa Banraas, Kecamatan Dungkek, Pulau Giliyang, Kabupaten Sumenep, tersangka kasus dugaan pencabulan dan pemerkosaan santrinya berdalih bahwa perbuatan tidak senonoh itu dilakukan suka sama suka.

“Di hadapan penyidik, tersangka mengaku melakukan persetubuhan dengan korban ini atas dasar rasa sayang. Tersangka menyebut bahwa korban adalah pacarnya,” kata Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, Kamis (31/10/2019).

Pengasuh salah satu Pondok Pesantren di Banraas ini tega mencabuli SS (14), warga Kecamatan Dungkek, yang merupakan santrinya sendiri. Perbuatan bejat Gufron tersebut dilakukan berkali-kali. Salah satunya di kandang ayam, kemudian di ruang kelas, serta di rumahnya.

“Tersangka melakukan aksinya kepada korban di atas jam 24.00 saat istrinya sudah tidur. Modusnya, tersangka mengirimkan SMS, meminta korban menemuinya. Setelah bertemu, korban disuruh tidur terlentang dan disetubuhi,” ungkap Widiarti.

Meski tersangka berdalih bahwa aksinya itu karena suka sama suka, namun Widiarti memastikan, penyidik tetap akan memproses kasus tersebut sesuai undang-undang yang berlaku. “Tersangka boleh saja berdalih apapun. Kami tetap akan proses hukum sesuai aturan. Apalagi dalam kasus ini, korbannya masih di bawah umur,” tandasnya.

Akibat perbuatannya, tersangka ditahan di Mapolres Sumenep, dijerat pasal 81 ayat (1), (2), dan (3), serta pasal 81 ayat (1) dan (2) UU no 17 tahun 2016 tentang perubahan UU RI no 35 tahun 2014. [tem/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar