Hukum & Kriminal

Berdalih Lapar, Bocah 15 Tahun di Malang Curi Ayam

DS diamankan petugas usai dikeroyok warga karena ketahuan mencuri 2 ekor ayam di rumah pamannya pada hari Rabu (11/9/2019).

Malang (beritajatim.com) – Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Malang, Jumat (13/9/2019), mengamakan bocah laki-laki berinisial DS (15), warga Kelurahan Dampit, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang.

DS diamankan petugas usai dikeroyok warga karena ketahuan mencuri 2 ekor ayam di rumah pamannya pada hari Rabu (11/9/2019).

Menurut pengakuan DS, ia mencuri ayam di kandang milik pamannya saat bertamu pada malam hari.

“Nyuri ayam di kandang milik paman. Saya jual di pasar Dampit harganya Rp 200 ribu,” ungkap DS ketika berada di ruang penyidik UPPA Satreskrim Polres Malang, Jumat (13/9/2019) sore.

DS mengaku, awal mula ia dikeroyok oleh warga setempat ketika memasuki rumah pamannya tanpa izin pada Kamis (12/9/2019). Diam-diam, DS masuk ke rumah pamanya lantaran ingin makanan karena lapar. Curiga ayamnya ada yang berkurang, pamannya bertanya-tanya.

Kemudian DS kepergok oleh pamannya usai berhasil memasuki rumah lewat jendela.

“Usai makan lalu diteriaki maling. Saya mau makan tapi masuk lewat jendela. Diteriaki maling. Warga pun datang. Akhirnya saya ngaku kalau pernah nyuri ayam di sana,” beber bocah bertato di tangan kiri dan kanannya.

Perilaku DS melakukan pencurian tidak dilakukan kali ini saja. Sebelumnya ia pernah mencuri bor listrik dan mencoba mencuri sepeda motor namun ketahuan.

“Sudah 7 kali coba curi sepeda motor tetangga saya namun ketahuan,” kata DS yang hanya tamatan SD serta tinggal bersama ibu angkatnya.

DS mengaku, motivasi melakukan pencurian adalah untuk membeli rokok dan makanan. “Buat beli rokok dan jajan,” jelasnya.

Sementara itu, Kanit PPA Satreskrim Polres Malang, Ipda Yulistiana Sri Iriana menerangkan, tersangka disangkakan pasal 362 KUHP tindak pidana pencurian. Karena sebuah alasan, tersangka tidak ditahan.

“Tersangka tidak dilakukan penahanan. Kami titipkan ke lembaga kesejahteraan sosial anak. Proses hukumnya tetap berjalan dan wajib lapor,” ujar Iriana.

Ia menambahkan, tersangka diamankan karena meresahkan masyarakat. Sebelumnya, pada Juli 2018, tersangka pernah diamankan karena kasus serupa.

“Perbuatan tersangka kerap membuat resah karena kerap berusaha melakukan pencurian. Ia mengaku sudah banyak TKP. Maka dari itu kami amankan,” pungkas Iriana. (yog/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar