Hukum & Kriminal

Berbelit Selama Sidang, Jaksa Tuntut Tinggi Terdakwa Imam Santoso

Surabaya (beritajatim.com) – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Irene Ulfa menjatuhkan tuntutan tiga tahun penjara pada Imam Santoso, sikap Terdakwa yang berbelit-belit dijadikan pertimbangan Jaksa asal Kejari Tanjung Perak ini untuk menuntut tinggi Terdakwa.

Terdakwa Imam Santoso yang juga Direktur PT Daha Tama Adikarya ini dinyatakan bersalah atas kasus tipu gelap yang dilaporkan Willyanto Wijaya atas jual beli kayu, dengan kerugian Rp.3,6 miliar.

“Menuntut supaya majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini menghukum terdakwa Agus Santoso dengan pidana penjara selama 3 tahun penjara,” ujar jaksa Irene Ulfa dalam sidang di ruangan Garuda 2 di Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (21/6/2021).

“Terdakwa tidak mengaku bersalah dan perbuatannya merugikan saksi Willyanto Wijaya. Hal yang meringankan, terdakwa sopan sepanjang persidangan,” lanjuta Jaksa Irene.

Usai pembacaan tuntutan dari JPU, terdakwa Imam Santoso akan mengajukan pembelaan secara pribadi dan menyerahkan kepada Kuasa Hukum terdakwa.

“Pak Imam akan mengajukan pembelaan pribadi, sementara kami dan tim saat ini tengah menyusun nota pembelaan. Salah satu pembelaan kami nanti adalah melihat apakah kontrak itu terjadi sesudah atau sebelum dengan Willyanto Wijaya,” kata Sutriono mewakili tim kuasa hukum dari terdakwa Imam Santoso.

Untuk diketahui, Terdakwa Imam Santoso dipolisikan Willyanto Wijaya setelah dirugikan sebesar Rp 3,6 miliar lebih, akibat sisa pesanan kayu yang dipesannya tak kunjung dikirim sejak 2017 lalu.

Uang yang telah dibayarkan ke terdakwa Imam Santoso itu tidak dikembalikan ke Willyanto Wijaya (korban), melainkan dipergunakan untuk kepentingan PT Randoetatah Cemerlang, yang tidak ada kaitannya dengan Willyanto Wijaya. [uci/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar