Hukum & Kriminal

Berangkat Umroh, Warga Sampang Meninggal di Arab Saudi

Sampang (beritajatim.com) – Misnadah (35) warga Desa Mandangin, Kecamatan/Kabupaten Sampang, Madura, dikabarkan meninggal dunia di salah satu rumah sakit di negara Arab Saudi.

Ahmadi (40) suami Misnadah mengatakan, istrinya berangkat ke Arab Saudi pada Minggu 6 Januari 2019. Misnadah menggunakan visa umroh dari jasa pemberangkatan umroh yang terpusat di Jakarta. Sepekan kemudian, Ahmadi mendapat kabar duka dari pihak perwakilan PT yang memberangkatkan Hj. Farida warga Kampung Madeggan, Kelurahan Polagan, Sampang.

“Kondisi istri saya katanya drop tidak sadarkan diri dan dirawat di rumah sakit Arab Saudi. Sejam kemudian, saya mendapat kabar jika istri sudah meninggal pukul 14:00 waktu setempat,” ujarnya, Selasa (15/1/2019).

Ahmadi mengaku, istrinya punya niat menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) ke Arab untuk memperbaiki nasib keluarga seperti yang dijanjikan oleh PT dan akan bekerja di Riyad sebagai cleaning service hotel.

Dia berharap agar jenazah istrinya dipulangkan ke Indonesia. Tetapi, pihak PT seakan tidak bertanggung jawab lantaran berdalih proses pemulangan rumit dan membutuhkan dana besar.

“Saya tetap menuntut pertanggungjawaban agar jenazah dikubur di Mandangin. Bahkan saya diminta untuk ikut menyumbang biaya pemulangan oleh PT,” ungkapnya.

Kasi Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (Diskumnaker) Sampang, Agus Sumarso mengaku tidak ada pengiriman TKI ke Arab Saudi pada awal 2019. Sehingga kepergian warga Mandangin ke Arab Saudi diduga melalui jalur ilegal.

“Jikau ada yang mengatasnamakan dari PT untuk mengirim tenaga kerja, pasti ada tanda tangan persetujuan atau rekomendasi dari dinas,” sambungnya.

Disampaikan, instansinya tidak menerima tawaran jasa tenaga kerja ke Arab Saudi, khususnya dari jasa travel dan umroh. Serta belum membuka moratorium penerimaan TKI dan TKW.

“Bisa saja, PT yang menawarkan merupakan jasa travel dan umroh. Orang yang menawarkan jasa itu, bukan dari PT melainkan hanya calo dengan keberangkatan tanpa sepengetahuan pemerintah,” tegasnya.

Menurutnya, biaya pemulangan jenazah dari Arab cukup mahal hingga mencapai Rp 100 juta. Agus hanya bisa membantu mengirim surat rekomendasi kepada kedutaan.

“Karena TKI yang baru meninggal di Arab Saudi ilegal, kami tidak bisa membantu proses pemulangan jenazah,” pungkasnya.[sar/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar