Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Beraksi di 6 TKP, Pasutri Asal Jombang Jadi Otak Komplotan Perampasan Motor

Pasutri yang jadi otak komplotan perampasan motor usai diperiksa Satreskrim Polres Jombang, Senin (18/4/2022)

Jombang (beritajatim.com) – Pasangan suami istri (pasutri) asal Kecamatan Kabuh, Jombang, Jawa Timur, menjadi otak kasus perampasan sepeda motor. Bersama tiga anak buahnya yang masih di bawah umur mereka beraksi di enam TKP (tempat kejadian perkara).

Namun aksi komplotan ini akhirnya terbongkar. Lima pelaku dibekuk oleh Satreskrim Polres Jombang.
Kelima orang yang ditangkap itu sudah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka adalah ADS (20) dan istrinya NF (18). Kemudian ABY (14), FRA (15) dan BM (15).

Aksi terakhir komplotan ini dilakukan pada Senin (28/3/2022). Saat itu, AK (17), warga Kecamatan Tembelang sedang melintas di Dusun Kedungmangu. AK mendadak dihentikan dua orang pelaku. Keduanya menuduh AK mencari perkara karena membleyer motornya. AK juga dituduh mengajak berkelahi.

Korban kemudian diajak ke suatu tempat guna meminta maaf kepada seseorang. Korban menuruti. Dengan menggunakan motornya sendiri, AK dibonceng oleh salah satu pelaku. Kedunya berhenti di kawasan Dusun Petengan, Desa Tambakrejo.

Nah, di situlah muncul pelaku lain. Mereka merampas sepeda motor milik pelajar ini. Korban kemudian ditinggalkan begitu saja di tempat tersebut. Hingga akhirnya, korban bersama orangtuanya melaporkan kasus perampasan itu ke polisi.

Atas dasar laporan itu, polisi melakukan penyelidikan. “erungkapnya kasus pencurian dengan kekerasan ini berdasarkan penyelidikan dan menganalisa CCTV kemudian didapati ciri-ciri yang identik dengan beberapa tersangka. Hingga kemudian para tersangka dapat ditangkap tanpa perlawanan,” ujar Kasatreskrim Polres Jombang AKP Giadi Nugraha, Senin (18/4/2022).

Dari pemeriksaan juga diketahui bahwa aksi komplotan ini buka hanya sekali. Namun sudah melakukannya di enam TKP dengan modus serupa. Dalam aksinya, para pelaku berbagi peran. Pasutri berusia muda itu berboncengan dan setelah itu yang perempuan turun dari motor untuk mengalihkan serta membawa korban ke rumah kosong untuk minta maaf. Di saat itu, kelompok lainnya mengambil barang dan motor korban.

Giadi menambahkan, hasil kejahatan motor belum ada yang terjual. Rencananya motor itu akan ada yang dijual kondisinya utuh ada juga bentuk pecahan (protolan). Selain menangkap lima pelaku, polisi juga menyita
barang bukti berupa enam unit sepeda motor, senjata tajam, dan protolan mesin motor.

“Atas perbuatannya, lima tersangka dijerat pasal 365, pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. Ancaman hukuman 12 hingga 15 tahun penjara,” pungkas Giadi sembari menunjukkan barang bukti sepeda motor yang disita petugas. [suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar