Hukum & Kriminal

Beraksi di 17 TKP, Polisi Tembak 2 Pelaku Pencurian

Kapolres Mojokerto, AKBP Setyo Koes Heriyatno saat realese pencurian. Foto : misti/beritajatim

Mojokerto (beritajatim.com) – Dua dari tiga pelaku pencurian di 17 Tempat Kejadian Perkara (TKP) ditembak kakinya oleh anggota Team Resmob Satreskrim Polres Mojokerto. Ketiganya merupakan pelaku pencurian dengan sasaran gudang dan brankas penyimpanan barang di sejumlah kota di Jawa Timur.

Ketiga pelaku yakni, Agus Hariyanto (49) warga Desa Pojok, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo tinggal di Desa Katemas, Kecamatan Kudu, Jombang, kemudian Muhammad Toheri (44) warga Desa Krampon, Kecamatan Tarjun, Kabupaten Sampang.

Serta Harso (37) warga Desa Kromong, Kecamatan Ngusikan, Kabupaten Jombang. Penangkapan ketiga pelaku setelah adanya laporan pencurian oleh karyawan toko swalayan Laura di Desa Blimbingsari, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Anang Fahrur (40).

Dari rekaman CCTV, Team Resmob mengamankan pelaku Agus Hariyanto pada, Kamis (5/9/2019) sekira pukul 01.30 WIB di Jalan Raya Pasar Balongpanggang, Kabupaten Gresik. Dari pelaku, petugas berhasil mengamankan dua pelaku lain yakni Muhammad Toheri dan Harso, 3,5 jam di lokasi yang sama.

“Team Resmob berhasil mengamankan 3 orang karena melakukan perlawanan jadi kita melakukan tindakan terukur. TKP lintas kabupaten, ada 17 TKP dari 7 kota. Mulai dari Mojokerto sampai Tuban,” ungkap Kapolres Mojokerto, AKBP Setyo Koes Heriyatno, Senin (23/9/2019).

Sasaran ketiga pelaku yakni gudang dan brankas penyimpanan logistik dengan mengambil barang yang mudah dijual. Seperti rokok.

Kapolres menjelaskan, dari pengakuan para pelaku diketahui jika aksi ketiganya sudah dilakukan sejak tahun 2017. “Sejak 2017, pengakuan mungkin lebih. Ada residivis. Modusnya dengan cara jebol tembok seukuran badan, pelaku baru masuk dan mengambil barang yang mudah dijual.  Tidak ada kekerasan, hanya mengambil barang. Paling besar hasil kejahatan para pelaku Rp15 juta,” jelasnya.

Dari tangan para pelaku diamankan satu unit sepeda motor Honda Vario nopol M 4673 PW warna hitam beserta kunci kontak dan STNK. Satu set linggis yang telah dimodifikasi, dua buah obeng warna merah dan hijau, satu buah tang, satu buah gergaji besi.

“Selain itu juga satu buah kikir, satu buah tas ransel warna coklat, sepasang sarung tangan dan dua buah handphone (HP). Para pelaku dijerat Pasal 363 ayat (1) ke-3 dan 5 KUHP dengan ancaman penjara sembilan tahun,” pungkasnya. [tin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar