Hukum & Kriminal

Bekuk 9 Pengedar Sabu, Polisi Sita Uang Rp 4,8 Juta

Jombang (beritajatim.com) – Sat Narkoba Polres Jombang membekuk 9 orang pengedar sabu selama satu bulan. Selain itu, polisi juga meringkus 3 pemakai sabu. Dari jumlah itu, ada pemain lama, dan juga pemain baru.

Dari penangakapan tersebut, polisi juga menyita sejumlah barang bukti. Salah satunya uang tunai Rp 4,8 juta yang notabene hasil transaksi. “Kemudian kami menyita sabu seberat 16,39 gram,” kata Kapolres Jombang AKBP Agung Setyo Nugroho, Selasa (3/11/2020) saat merilis kasus tersebut.

Kasat Narkoba Polres Jombang AKP Mochammad Mukid menambahkan, sejumlah pelaku yang dibekuk polisi diantaranya Moch Saifudin alias Kenter (33) dan Moch Abdul Nasir (36) warga Desa Gambiran, Kecamatan Mojoagung; Muhammad Sehan Murtadlo (25) warga Catakgayam, Kecamatan Mojowarno.

Lalu Muh Wahyu Septiawan alias Wak Min (22) warga Desa Jogoloyo, Kecamatan Sumobito serta Mustika Panji Mulyo Pandulu alias Panjul (36) asal Desa Kedungrejo, Kecamatan Megaluh. “Mereka ditangkap secara terpisah berikut barang bukti,” tambah Mukid usai rilis.

Mukid menyebut, empat tersangka yakni Kenter, Nasir, Wak Min dan Panjul adalah mantan narapidana (residivis) kasus serupa yang bebas dari Lapas Jombang sekitar 6 bulan lalu. Mukid juga menyebut bahwa mereka masih dalam satu jaringan.

“Mereka mendapatkan sabu-sabu dari Surabaya dengan sistem ranjau. Sedangkan pembayarannya ditransfer lewat rekening seseorang. Itu yang sedang kita dalami,” tambah Mukid.

Mukid mengungkapkan, tersangka Sehan setiap 1 minggu sekali naik motor ke daerah Manukan, Surabaya untuk mengambil sabu yang diranjau. Setiap pengambilan banyaknya 10 gram sabu. Kemudian sabu itu diedarkan ke orang-orang termasuk kelompok jaringannya.

Atas tindakannya, para tersangka dijerat pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) jo Pasal 112 ayat (2) Undang undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. [suf/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar