Hukum & Kriminal

Begini Pengakuan Penyebar Hoaks Pasien Corona Meninggal di Ponorogo

Ponorogo (beritajatim.com) – AH, pelaku penyebar hoaks pasien corona meninggal di Ponorogo tampak menyesal akan perbuatannya. Itu terlihat dari sorot matanya yang berkaca-kaca, selain itu terdengar dari nada bicaranya yang terbata-bata saat melakukan permintaan maaf dihadapan awak media.

“Kepada masyarakat Ponorogo, saya minta maaf telah membuat resah dengan menyebar kabar yang tidak benar atas pasien yang positif corona,” kata Pelaku AH, saat press release di Mapolres Ponorogo, Kamis (9/4/2020).

Warga Desa Semanding, Kecamatan Kauman itu berjanji tidak mengulangi perbuatan tersebut. Dia juga meminta maaf khusus terhadap keluarga Bapak Slamet, salah satu pasien positif corona yang saat ini masih dirawat di RSUD. Pelaku AH bercerita awal muasal kabar hoaks itu Dia dapat dari salah satu group whatsapp miliknya. Dimana mengabarkan jika ada salah satu pasien positif corona di Ponorogo yang meninggal. Ditambah dengan foto pasien yang berbaring di tempat tidur dan diperiksa perawat. Belakangan ternyata foto itu merupakan foto yang ada dibungkus rokok. “Kabar dan foto itu kemudian langsung saya posting di Facebook group ICWP tanpa sensor, ” katanya.

Jadi, kata AH tanpa mengecek kebenaran kabar tersebut, langsung aja posting. Pelaku AH berdalih niatnya memposting untuk memberitahukan kepada masyarakat supaya berhati-hati. Sebab saat lihat kabar itu, Dia mengaku langsung takut atas virus Covid-19 tersebut. Namun pada akhirnya, Dia diberitahu warga jika kabar itu tidak benar, sebab pasiennya itu masih menjalani isolasi di rumah sakit. “Kabar di group whatsapp itu juga sudah dihapus, sedangan postingan saya sudah viral. Saya mengaku salah dan menyesal atas perbuatan saya, ” katanya.

Diberitahukan sebelumnya, tidak butuh waktu lama untuk Satreskrim Polres Ponorogo dalam mengungkap pelaku penyebar berita hoax atau bohong tentang meninggalnya pasien terkonfirmasi virus corona di bumi reyog. Petugas berhasil mengamankan pelaku berinisial AH (44). Setelah ditangkap, warga Desa Semanding Kecamatan Kauman Ponorogo itu mengakui telah menyebarkan berita yang tidak benar ke group facebook ICWP tanpa sensor.

“Alhamdulillah kami bisa mengamankan oelaku penyebar berita hoax yang meresahkan masyarakat Ponorogo akhir-akhir ini, ” kata Kapolres Ponorogo AKBP. Areif Fitrianto.

Keberhasilan Polres Ponorogo dalam mengamankan pelaku, berdasarkan informasi yang diberikan masyarakat. Dimana memberitahukan mengabarkan informasi yang bohong tentang pasien viru corona yang meninggal. Lantas pihak Polres melakukan konfirmasi terhadap Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo tentang kebenarannya informasi tersebut. Dari konfirmasi itu didapati jika ketiga pasien positif corona tersebut kondisinya semakin membaik.

“Akhirnya kami lakukan penyelidikan, dengan peralatan teknologi yang ada, kami berhasil mengamankan pelaku AH ini,” katanya. (end/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar