Hukum & Kriminal

Begini Modus Pencurian Motor di Gresik

Gresik (beritajatim.com) – Ada pola yang berbeda dilakukan oleh pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) di wilayah hukum Polres Gresik. Semula modus yang dilakukan pelaku menggunakan kunci T. Kali ini modusnya mulai bergeser.

Pelaku mengincar motor yang kunci kontaknya masih menempel. Selanjutnya menggeser motor yang hendak dicuri lalu dibawa kabur.

“Modus operandi pelaku curanmor di wilayah Gresik sebagian besar mengincar motor milik korban yang lengah, dan kunci kontak motornya masih menempel,” ujar Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, Kamis (21/01/2021).

Perwira menengah Polri itu mengatakan, dari hasil ungkap kasus curanmor ini, anggotanya mengamankan tiga tersangka. Masing-masing DYA, AK, dan LK ketiganya warga Kelurahan Sememi, Kecamatan Benowo, Surabaya.

“Selain mengamankan ketiga pelaku kami juga menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya tujuh motor berbagai merek serta kemeja milik pelaku,” ungkap Arief.

Terbongkarnya kasus curanmor ini berawal ada kejadian curanmor di Sidayu. Kemudian petugas di lapangan melakukan penyelidikan lalu mendapat identitas pelaku berada di Benowo Surabaya.

Dari hasil penyelidikan mengarah ke DYA alias Kepet. Selanjutnya, pelaku tersebut ditangkap. Sewaktu dimintai keterangan yang bersangkutan melakukan aksinya di tujuh TKP di wilayah Gresik. Pelaku DYA tidak seorang diri mereka bersama rekannya yakni LK alias Teklek, AK alias Ambon, Yanto alias yang masuk daftar DPO.

“Motor yang dicuri oleh pelaku dijual antara harga Rp 2 juta hingga Rp 3 juta. Dijual di wilayah Gresik dan sekitarnya,” kata Arief.

Salah satu pelaku DYA mengaku hasil dari mencuri motor ini dipakai untuk berjudi dan bersenang-senang. “Hasilnya buat judi sambil berfoya-foya kalau habis mencuri motor lagi,” katanya.

Kini ketiga pelaku itu meringkuk di balik jeruji tahanan Mapolres Gresik. Mereka dijerat pasal 363 KHUP dengan ancaman tujuh tahun penjara. [dny/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar