Hukum & Kriminal

Begini Modus Oknum Pembina Pramuka Cabuli 15 Korban

Surabaya (beritajatim.com) – Pembina Pramuka inisial RS alias Memet melakukan tindak pencabulan pada 15 siswa. Pencabulan tersebut dilakukan sejak tahun 2016 silam.

Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Festo Ari Permana menyatakan siswa-siswa binaan tersangka yang masuk kelompok regu inti Pramuka kemudian diundang tersangka, dengan dalih akan diberi pembinaan khusus. “Disitulah korban kemudian dicabuli,” tandas Festo.

Kepolisian menduga, tersangka mengidap kelainan orientasi seksual. Akan tetapi, hal tersebut nantinya akan dibuktikan dahulu dengan memeriksa psikologis yang bersangkutan.

“Dari penyidik, apakah yang bersangkutan memiliki spesifikasi kelainan dan orientasi seks yang berbeda, kalau ada, berarti anak laki dengan kelainan orientasi pelaku akan dibuktikan dengan salah satunya saksi ahli yang didapat kepolisian dokter kita,” tutupnya.

Diketahui, terungkapnya kasus cabul yang menyeret Memet sebagai tersangka. Berkat laporan tiga orang tua siswa kepada polisi pada tanggal 17 Juni 2019 lalu. Mereka mengaku, jika anaknya telah menjadi korban pencabulan tersangka.

Atas laporan itu, Subdit Renakta Ditreskrimum Polda Jatim kemudian menyelidikinya, dan ditemukan belasan korban lain hingga berjumlah 15 anak. Selanjutnya, polisi menangkap pelaku dan membawanya ke Polda Jatim untuk diperiksa.

Sejumlah barang bukti disita dari ungkap kasus ini. Meliputi, data diri korban, handphone dan vapor milik tersangka. Untuk menjerat pelaku, penyidik kepolisian menyiapkan undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak. Ancaman hukuman 15 tahun penjara. [uci/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar