Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Begini Kronologi Pengungkapan Kasus Pencurian Alat Pertanian di Ponorogo

AKBP Catur C. Wibowo didampingi Kasat Reskrim AKP Nikolas Bagas Yudhi Kurnia saat melakukan rilis pencurian alat pertanian.( Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Terungkapnya kasus pencurian dengan pemberatan yang dilakukan oleh Wahyu Alipal Imron (24) alias Jolodong berawal pada tanggal 22 Juni 2022 lalu.

Salah satu korban mengecek generator pompa Submersibel milik BUMDES Desa Pondok di persawahan desa setempat. Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP), korban mendapati bahwa kunci gembok bangunan rumah tempat generator Submersibel itu rusak.

“Setelah dicek masuk ke dalam, korban mendapati bahwa generator pompa air itu sudah tidak ada,” kata Kasat Reskrim Polres Ponorogo, AKP Nikolas Bagas Yudhi Kurnia, Selasa (19/7/2022).


Mendapati hal tersebut, korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Babadan. Setelah mendapatkan laporan, kemudian Polsek Babadan bersama Satreskrim Polres Ponorogo melakukan penyelidikan dan penyidikan.

Dari petunjuk di TKP dan keterangan dari saksi-saksi, petugas mulai menemukan titik terang, siapa dibalik pencurian alat-alat pertanian itu. Hingga polisi memiliki bukti yang valid untuk menangkap Wahyu Alipal Imron (WAI) yang berdomisili di Desa Lembah Kecamatan Babadan.

“Tim berhasil mengamankan pelaku WAI beserta dengan barang buktinya,” ungkap mantan Kasat Reskrim Polres Nganjuk itu.

Berdasarkan keterangan pelaku, barang hasil pencurian itu sudah dijual ke pedagang rosok keliling, dengan harga Rp 7.000 per kilogramnya. Uang kejahatan itu digunakan pelaku untuk kebutuhan sehari-hari yang merupakan seorang buruh tani. Beruntung, sisa barang bukti yang ada sudah diamankan oleh tim penyidik dari pelaku.

“Pelaku WAI atau Jolodong ini, langsung dilakukan penahanan di Rutan Polres Ponorogo untuk proses penyidikan lebih lanjut,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Satreskrim Polres Ponorogo berhasil mengamankan pelaku pencurian alat pertanian yang selama ini meresahkan masyarakat bumi reog. Alat-alat pertanian yang biasa dicuri adalah diesel, mesin pompa air dan dinamo atau generator.

Pelaku yang bernama di Wahyu Alipal Imron (24), warga Desa Lembah Kecamatan Babadan Kabupaten Ponorogo. Pelaku tidak bisa berkutik saat ditangkap petugas di dalam rumahnya.

“Banyak masyarakat yang melaporkan, bahwa alat pertaniannya yang berada di sawah, dicuri. Berangkat dari laporan itu, petugas melakukan penyelidikan, sehingga bisa mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan ini,” kata Kapolres Ponorogo AKBP Catur Cahyono Wibowo.

Pelaku melancarkan aksinya dengan seorang diri. Sebelum beraksi pelaku yang memiliki alias Jolodong itu mengamati dulu situasi yang akan menjadi incarannya.

Baru dirasa aman dan keadaan sepi, pelaku beraksi di malam hari. Diesel, mesin pompa air dan dinamo yang beratnya lebih dari 50 kilogram itu, diangkat sendiri. Dia menggunakan gerobak untuk mengangkut barang curian tersebut. Sehingga pelaku melakukan pencurian itu di beberapa TKP di Kabupaten Ponorogo.

“Kalau yang tidak terlalu berat, diangkut dengan menggunakan sepeda motor dan kalau yang berat dengan memakai gerobak,” ungkap mantan Kapolres Kota Batu itu.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Dengan ancaman hukuman maksimal selama 6 tahun penjara.

“Pelaku terancam hukuman maksimal 6 tahun penjara,” pungkasnya. (end/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Shin Tae Yong Puji Rumput Lapangan Thor Surabaya

Menjajal Mobil Listrik Wuling Air ev