Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Begini Kronologi Kades Ngujung Magetan Tipu Dua Warga Ngawi

Kades Ngujung, Maospati, Magetan Eko Prastyo diamankan Polres Ngawi usai tipu dua warga Geneng dengan modus jual beli sapi, Kamis (17/3/2022) (foto: Fatihah Ibnu Fiqri)

Ngawi (beritajatim.com) – Eko Prastyo (32) harus mendekam di jeruji besi. Aksi tipu-tipu Kades Ngujung, Maospati, Magetan, Jawa Timur pada dua warga Kecamatan Geneng Ngawi membuatnya harus bertahan di hotel prodeo.

Kapolres Ngawi AKBP I Wayan Winaya membeberkan kronologi bagaimana Eko mengelabui korbannya. Mulai dari memberikan uang muka, hingga uang muka diminta kembali dengan alasan ada uang palsu.

Kejadian pertama yakni pada 2 Februari 2022, Eko membeli seekor sapi jantan milik Triono (32) warga Desa Keniten, Geneng, Ngawi, Jawa Timur seharga Rp 21 juta. Diberi uang muka Rp 6,5 juta, dan berjanji akan dilunasi dalam tempo 15 hari berikut diberi kwitansi bermaterai.

”Dua hari kemudian pelaku datang kembali ke rumah Triono dan mengatakan kalau dalam uang muka yang diberikan terdapat uang palsu. Sehingga diminta kembali sebanyak Rp 6 juta. Kemudian pelaku berjanji mengembalikan uang itu bersamaan dengan pelunasan. Tapi tidak kunjung dibayarkan,” kata Winaya saat gelaran press release di Mako Polres Ngawi, Kamis (17/3/2022)

Kejadian kedua yakni pada 25 Mei 2022 membeli seekor sapi betina milik Samsudin (45) warga Desa/ Kecamatan Gerih, Ngawi, Jawa Timur seharga Rp 13 juta. Eko memberikan uang muka Rp 1 juta kemudian diberi kwitansi dan pelunasan akan dilakukan dalam 15 hari. Namun, hingga kini tak kunjung dibayarkan.

Sapi yang dia bawa dari para penjual itu, menurut pengakuan Eko pada petugas, dijual dan keuntungannya digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Berikut, juga digunakan untuk gali lubang tutup lubang.

”Karena itu, pelaku kami jerat dengan pasal 379a KUHP. Barang siapa membuat pencahariannya atau kebiasaannya membeli barang dengan cara berhutang, dengan maksud tidak melunasinya atau tidak membayar. Dengan hukuman maksimal empat tahun penjara,” kata Winaya.

Dia membenarkan jika pelaku melakukan kejahatan serupa di wilayah Polres Magetan. Sehingga, pihaknya akan melakukan koordinasi. Dirinya menduga banyak korban lain selain warga Kecamatan Geneng, Ngawi.

Sementara itu, Eko mengaku kalau terkait adanya uang palsu, dia membenarkan hal tersebut. Dia menampik tuduhan kalau dia hanya beralasan ada uang palsu agar bisa meminta kembali Rp 6 juta. Menurutnya, ada uang palsu senilai Rp 300 ribu, sehingga dia meminta kembali duit tersebut.

”Dan saya ambil semuanya, dan tidak saya gunakan karena belum diperiksa semua. Saya terpaksa melakukan hal ini karena usaha saya jatuh,” kata Eko. (fiq/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar