Hukum & Kriminal

Begini Kondisi Sidang Virtual di Polrestabes Surabaya

Surabaya (beritajatim.com) – Mengantre masuk sembari memegang pundak, sejumlah tersangka memasuki gedung Satuan Tahanan dan Barang Bukti (Tahti) di Mapolrestabes Surabaya, Kamis (27/8/2020). Mengenakan baju putih dan sebagian memakai rompi orange, para terduga pelaku kejahatan akan menjalani sidang virtual Pengadilan Negeri Surabaya. Anas, petugas Pengawalan Tahanan PN menjelaskan, sehari setidaknya bisa mencapai 50 sampai 70 pelaku.

“Minimum 50 pelaku dan kita ikuti proses persidangan secara virtual ini. Kadang kita harus pulang malam untuk antar para tersangka ke Polsek se Surabaya,” jelasnya kepada beritajatim.com.

Meski persidangan dibuka pagi dimulai pukul 08.00 WIB, petugas harus menjaga dan melakukan pendataan sampai pukul 17.00 WIB. Terlebih jika ada kendala internet, petugas harus mempersiapkan sidang virtual ini secara detail tanpa terputus. Sedangkan untuk sekali sidang, lanjut Anas, ada persidangan dengan tersangka tunggal maupun tersangka lebih dari lima orang.

“Proses persidangan ditentukan dengan koneksi internet. Semakin cepat dan tanpa putus koneksinya, maka persidangan akan semakin cepat selesai. Hal tersebut juga tergantung pada kasus yang ditangani, jika kasusnya rumit maka persidangan pun membutuhkan waktu,” pungkasnya.

Tak hanya itu, karena kondisi darurat, petugas pun kesulitan melakukan persidangan yang sesuai standart pengadilan. Hal tersebut dikarenakan minimnya peralatan dalam kondisi darurat selama pandemi virus di Indonesia termasuk Kota Surabaya. [man/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar