Hukum & Kriminal

Begini Curhat Pengusaha Ekspedisi yang Diamankan Polrestabes Surabaya

Surabaya (beritajatim.com) – Daniel Tanjung pengguna akun Facebook menceritakan kisahnya berhadapan dengan petugas kepolisian Polrestabes Surabaya. Dalam akunnya ia menjelaskan jika dirinya mengeluh akan kondisi penanganan kasus dugaan pupuk yang ekspedisi miliknya.

Daniel mengeluhkan lamanya proses penyelidikan dan berdampak pada berhentinya usaha jasanya. Selain itu, Daniel Tanjung juga mengeluhkan akan kondisi kurang profesionalitaanya oknum Polri di Mapolrestabes Surabaya ini.

STOOOOOPPPPP!!!!!!!!!!!
Bisnis bisa Hancur berulang kali kejadian seperti ini.
Bismilahirohmanirohim,,

Tgl: 25 Agustus 2020
Menjalankan bisnis angkutan seperti biasa dengan muatan Pupuk Non Subsidi di Pandaan Jawa Timur, saat perjalanan kontainer dari pabrik ke pelabuhan tiba2 dihadang anggota kepolisian berinisial “A”, dan singkat cerita truk kontainer digiring ke Polrestabes Surabaya.

Hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan hingga pergantian tahun 2021 tidak ada yang bertanggung jawab atas kepemilikan barang tsb, sedangkan truk dan kontainer tertahan dipolwiltabes, dampaknya saya selaku ekspedisi harus menanggung semua kerugian yang timbul.

Yang menarik dari kasus ini yaitu:
-Proses penyidikan yang berjalan begitu lama dan tidak ada satupun yang menjadi tersangka, sedangkan pihak kepolisian jika kita tanyakan perkembangan kasus infonya akan diNAIKKAN Ke Persidangan.

-Pada tgl 29 Desember 2020 kita dipanggil lagi utk menghadap penyidik berinisial P, dan perwiranya berinisisal T, ternyata mereka menegosiasikan kesaya utk menjual brg bukti pupuk yg ada dikontainer tsb, lalu saya pun bergerak utk mencari pembeli, pikir saya bisa utk mengganti kerugian yg saya alami walaupun tidak menutup semuanya, dan trnyata ada yg minat tp dgn harga yg murah, lalu saya informasikan kembali ke pihak kepolisian jika brg tsb ada yg mau beli.

-Berselang dua hari kita dipanggil lg utk menghadap, dan yg mengejutkan ketika sampai diPolwiltabes, salah seorang Polisi berinisial “A” yg menangkap dilapangan menginformasikan kesaya “PUPUKNYA SUDAH DIJUAL”, jadi saya disuruh membawa truk kosongnya kembali. Benarkah tindakan yg dilakukan aparat tsb???
Lemas lah sudah,,

Jika memang begini ujungnya tolonglah jgn kau tambahkan beban lg ke kita sebagai ekspedisi yg sdh menjadi korban dlm kasus ini, kerugian kami sdh byk dari lamanya proses penyidikan palsu kalian.

Pesanku utk penegak aturan: Berhentilah bermain didalam aturan, agar Bangsa ini tak semakin rusak.”

Begitu status Daniel yang ia unggah sekitar pukul 10.00 WIB atau enam jam lalu dari pukul 16.33 WIB saat beritajatim.com membacanya. Status ini pun memperoleh 32 komentar dan 18 kali tindakan suka dan tidak suka.

Beritajatim.com pun mencoba menghubungi pemilik akun FB ini melalui layanan pesan facebook. Hanya saja hingga berita ini dirangkai pemilik akun belum memberikan tanggapan.

Waka Polrestabes Surabaya AKBP Hartoyo menjelaskan, status facebook Daniel ini dalam penyelidikan. Namun ia tak menyebutkan jika penyelidikan terkait oknum nakal atau berita hoaks dalam status Daniel ini.

“Terima kasih informasinya kita akan lakukan penyelidikan terkait kasus ini,” jelasnya singkat kepada beritajatim.com. [man/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar