Hukum & Kriminal

Begini Cara Antisipasi Peredaran Narkoba di Bojonegoro

Ketua BNNK Bojonegoro Budi Irawanto bersama Kapolres Bojonegoro serta jajaran terkait usai meresmikan Kampung Tangguh Bersinar

Bojonegoro (beritajatim.com) – Ketua Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bojonegoro Budi Irawanto mengatakan, seluruh komponen harus bersinergi untuk mengambil langkah dalam upaya pencegahan, pemberantasan dan penyalahgunaan dan peredaran narkotika di Kabupaten Bojonegoro, Kamis (17/6/2021).

“Pembentukan kampung tangguh bersinar, salah satu upaya dan bisa menjadi contoh desa lain secara bersama-sama merespon kondisi darurat narkoba,” ujarnya saat meresmikan kampung tangguh bersinar atau bersih narkoba yang diluncurkan oleh Polres Bojonegoro di Desa Sukorejo Kecamatan Bojonegoro.

Budi Irawanto yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Bojonegoro itu menuturkan, berbagai pihak perlu melakukan antisipasi dini dengan memberikan sosialisasi di lingkungan pelajar, sehingga para generasi bangsa ini bisa terhindar dari penyalahgunaan narkoba.

Berdasarkan data dari Polres Bojonegoro pada tahun 2019 terdapat 49 kasus dengan 56 orang tersangka, tahun 2020 terdapat 41 kasus dengan 45 orang tersangka, dan hingga bulan juni 2021 terdapat 29 kasus dengan 32 orang tersangka.

Sementara, Kapolres Bojonegoro EG Pandia menyampaikan, pembentukan kampung tangguh bersinar bersih narkoba ini adalah tindak lanjut instruksi dari Kapolri yang dilaksanakan di seluruh Indonesia termasuk di wilayah Kabupaten Bojonegoro.

“Kampung tangguh bersinar di Desa Sukorejo ini adalah pilot project kolaboratif dengan stakeholder yang berupa gerakan atau aksi nyata untuk menciptakan wilayah bersih dari narkoba,” ujarnya, kemarin.

Peredaran narkoba, lanjut Kapolres, cukup marak sehingga perlu kerjasama antara POLRI,TNI, Pemerintah dan masyarakat untuk mencegah peredaran narkoba di wilayah Bojonegoro. [lus/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar