Hukum & Kriminal

Begini Cara AKBP Alfian Redam Efek Domino Pembunuhan di Malam Lebaran

Probolinggo (beritajatim.com) – Masih ingat peristiwa pembacokan pada malam takbiran, Selasa (4/6/2019) lalu? Tak ingin efek domino kasus ini terus bergulir, polisi berusaha meredam para pihak agar situasi kembali normal.

Untuk diketahui, selang sehari pasca pembacokan, terjadi perusakan rumah Suroso (27), di Dusun Kapasan, Desa Tongas Wetan, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo. Isu berkembang, Suroso dituding ikut mendalangi pembacokan. Meski belakangan polisi tidak menemukan cukup bukti ketelibatan Suroso.

Kapolres Probolinggo Kota, AKBP Alfian Nurrizal, kepada beritajatim.com menyatakan, sejak peristiwa terjadi, polisi sudah bergerak cepat. Diantaranya menangkap para pelaku sampai meredam aksi lanjutan kasus dimaksud.

Bahkan untuk rumah Suroso, yang kadung dibakar massa, polisi juga sudah melakukan pembenahan. “Kita memang meredam semua pihak. Terutama keluarga korban yang disinyalir sudah terprovokasi,” kata Alfian. “Kita juga minta semua pihak menahan diri demi ukhwa islamiah. Serahkan semua kepada polisi agar persoalan tidak melebar,” sambungnya, Minggu (16/6/2019).

Rencananya, Rabu (19/6/2019), Alfian bersama Dandim 0820 Probolinggo, Imam Wibowo, berencana mempertemukan kembali para pihak untuk memantapkan rekonsiliasi. “Saya akan ajak Habib Ali (kakak kandung Walikota Probolinggo red.) menemui para pihak. Intinya kita maksimalkan upaya perdamaian lah,” tutup Alfian.

Terpisah, Habib Ali, menyambut baik rencana Kapolres Alfian. Menurutnya, langkah tersebut tidak berlebihan. Ia juga menyatakan siap mendampingi kapolres menyejukkan suasana pasca insiden. “Saya berharap banyak kepada pak kapolres. Situasi yang sudah kondusif semoga semakin sejuk,” katanya.

“Warga Probolinggo nurut-nurut sama pemimpinnya. Tidak semua benar kalau ada suara menyebut Probolinggo, identik dengan cara kasar setiap menyelasaikan persoalan,” pungkas pria jebolan sekolah tinggi di Negeri Yaman itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, penganiayaan hingga menewaskan M. Fahrurozi Aminullah, (24), warga Dusun Krajan, Desa Tongas Wetan, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, terjadi di JL Raya Lumbang, Desa Tongas Wetan, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo.

Dua orang tersangka, masing-masing, Syahriful Munir, (18), warga Dusun Kapasan, Desa Tongas Wetan, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, dan Aik Fauzi Purnama Dani, (20), warga Dusun Tombol, Desa Tongas Kulon, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, akhirnya resmi ditetapkan sebagai tersangka.

Dalam rilis Polres Probolinggo Kota, Senin (10/6/2019), penganiayaan dipastikan berlatarbelakang salah paham antar dua kelompok remaja. [eko/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar