Hukum & Kriminal

Begini Awal Mula Terungkapnya Kasus Sodomi Anak di Mojokerto

Kapolres Mojokerto, AKBP Setyo Koes Heriyatno. [Foto: misti/beritajatim]

Mojokerto (beritajatim.com) – Kasus sodomi yang melibatkan pelaku dan korban anak dibawah umur di Mojokerto terungkap setelah salah satu korban mengadu ke orang tuanya. Polres Mojokerto akhirnya menetapkan seorang pelajar SMP asal Kecamatan Mojoanyar tersebut sebagai pelaku anak (sebutan tersangka bagi anak).

Dari hasil penyidikan kepolisian diketahui, ada dua korban dengan usia masing-masing 6 dan 9 tahun. Keduanya adalah murid Sekolah Dasar (SD) yang merupakan teman bermain pelaku anak. Kedua korban juga merupakan tetangga pelaku anak dengan inisial A (12).

Kapolres Mojokerto AKBP Setyo Koes Heriyatno membenarkan, pihaknya tengah menanggani kasus sodomi dengan pelaku anak inisial A. “Terungkapnya kasus ini, dari salah satu korban merasa kesakitan disampaikan ke ortu, kemudian dicek ada kelainan di salah satu organ tubuhnya,” ungkapnya, Selasa (5/11/2019).

Masih kata Kapolres, korban sementara dua orang yakni usia 6 dan 9 tahun, namun dimungkinkan korban lebih dari itu. Kedua korban merupakan teman bermain dan tetangga pelaku anak. Pihaknya masih melakukan penyidikan terkait kemungkinan korban lebih dari dua.

“Korban sementara masih dua, dimungkinkan lebih dari itu. Akan kami gali dari teman-teman bermain korban. Karena yang disasar tersangka teman bermainnya. Saat ini tersangka dalam proses penitipan ke bapas (balai pemasyarakatan). Tidak boleh dicampur dengan tahanan dewasa karena dikhawatirkan ter-influence (terpengaruh),” jelasnya.

Akibat perbuatannya, pelaku akan diproses hukum menggunakan UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Namun pelaku tidak ditahan di Polres Mojokerto maupun di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). [tin/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar