Hukum & Kriminal

Bebas dari Penjara, Warga Simorejo Ini Ditangkap Edarkan Sabu

Petugas dan pelaku saat menjalani gelar perkara di Kantor BNNK Surabaya, Senin (24/2/2020).(manik priyo prabowo)

Surabaya (beritajatim.com) – Menghirup udara bebas dari jeruji besi tak membuat Datuk (34) merasa nyaman. Bagaimana tidak, Datuk warga Simorejo, Surabaya, ini justru kembali melakukan kriminalitas dan tertangkap polisi. Datuk alias DTK ini diamankan lantaran menjadi pengedar sabu.

Kepala BNNK Surabaya, AKBP Kartono menjelaskan, penangkapan terhadap tersangka DAT, setelah anggotanya membekuk dua anak buahnya yakni Iwan (25) warga Jl Krembangan dan Mohammad (40) warga Jl Karang Tembok.

“Usai menangkap dua anak buah yang menjual sabu paket hemat, kami pun mengembangkannya dan DTK lah penyuplai sabu. DTK kita amankan pada Senin (17/2/2020) dan mengamankan sabu seberat 9,09 gram,” jelasnya saat gelar perkara di Kantor BNN Kota Surabaya, Senin (24/2/2020).

Lebih lanjut AKBP Kartono menjelaskan saat mendekam di Lapas, pegawai Hotel City Hub ini, pernah sekamar dengan ED bandar narkoba. ED diduga menjadi penyuplai barang haram saat dirinya bebas menjalani hukuman pidana.

DTK sendiri penyuplai kurir bernama Hajir (24) warga Jl Keputeran Kejambon. Kemudian Hajir memberikan sabu ke Iwan dan Mohammad yang menjual secara eceran.

“Dalam penggeledahan dirumah Hajir petugas mendapati barang bukti sabu seberat 100 gram. Hajit adalah anak buah DAT, yang berperan sebagai kurir dan gudang penyimpanan,” tambah Kartono.

“DAT juga menjadi pengendali kemana dan dimana barang haram ini disimpan. Jadi kendali peredaran sabu jaringan lapas ini DAT khusus untuk peredaran di luar lapas,” paparnya.

Sementara Datuk di hadapan petugas, mengaku sudah enam kali menerima narkoba dari ED yang berada di dalam lapas. Selama enam kali ini DTK mengaku hanya mendapatkan sabu seberat 100 gram. Sekali transaksi DTK juga mendapatkan uang Rp 1,5 juta.

“Sudah enam kali ini saya menerima barang seberat 100 gram sekali kirim. Lalu saya kirim kepada pemesan tergantung perintahnya dia (ED),” terang Datuk.

Untuk melakukan pengembangan, petugas masih melakukan koordinasi dengan pihak Dirjen Kemenkumham dan Lapas tempat diduganya terpidana ED mendekam. Sementara untuk memepertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka dijerat pasal 114 ayat (2) atau 112 ayat (2) jo 132 ayat (1) UU RI no 35 tahun 2009 dan diancam pidana hukuman seumur hidup.(man/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar