Hukum & Kriminal

Bea Cukai Malang Musnahkan Jutaan Batang Rokok dan Sex Toys

Pemusnahan barang ilegal di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Malang.

Malang(beritajatim.com) – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Malang memusnahkan 2.645.920 batang rokok, 4.070 liter miras berbagai jenis, dan 32 item sex toys berbagai bentuk di halaman kantor pada Selasa (25/8/2020). Jutaan barang ini dianggap ilegal karena tidak dilengkapi pita cukai.

Kepala Bea Cukai Kanwil DJBC Jawa Timur II Malang, Oentarto Wibowo mengatakan, pemusnahan dulakukan dengan berbagai cara tergantung benda ilegal yang disita. Ada yang dibakar, dipotong, dipecah, hingga di tuang ke drum. Total kerugian negara mencapai Rp1.530.947.225 penyumbang terbesar adalah rokok.

“Total kerugian sekira Rp1,5 miliar lebih. Kerugian negara sangat besar akibat beroperasinya pabrik rokok ilegal. Padahal saat sepeti ini sangat diperlukan industri yang menyerap tenaga kerja dan mendukung perekonomian negara,” ujar Oentarto.

Sebelumnya KPPBC Malang melakukan Operasi Gempur yang berlangsung selama 6 Juli hingga 1 Agustus 2020 di kawasan Malang Raya. Barang bukti yang dimusnahkan keseluruhannya melanggar Undang-Undang Kepabeanan dan Undang-Undang Cukai. “Semoga pada semester dua bulan januari nanti kita bisa lebih meningkatkan pengawasan peredaran rokok ilegal ini,” ucap Oentarto.

Sementara itu, Kepala Bea Cukai Malang, Lathif Helmi mengatakan pemberantasan barang ilegal harus didukung peran aktif masyarakat. Menurutnya sebagai comunity protector pihaknya ingin melindungi masyarakat dari masuknya barang impor maupun tak berizin tanpa pengawasan karena dikhawatirkan memiliki dampak negatif.

“Kita selalu melakukan tindakan represif. Di samping itu, juga diimbangi dengan tindakan persuasif dan sosialisasi terhadap para pengusaha. Seperti memberikan fasilitas kredit 3 bulan misalnya untuk pita cukai. Setelah 3 bulan nanti bari dibayarkan. Kita berharap dapat mensosialisasikan hal ini, mendorong mereka agar memproduksi produk yang legal-legal saja sehingga juga bisa membantu keuangan negara kita,” tandasnya. (luc/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar