Hukum & Kriminal

Rugikan Negara Rp 1 M Lebih

Bea Cukai Madura Amankan Jutaan Batang Rokok Ilegal

Pamekasan (beritajatim.com) – Petugas Bea Cukai Madura menindak dan mengamankan jutaan batang rokok ilegal di Pulau Garam, yang dilakukan dalam program Gempur Rokok Ilegal selama sebulan terakhir. Terhitung sejak 17 Juni hingga 14 Juli 2019 lalu.

Penindakan dalam program Direktorat Jenderal Bea dan Cukai tersebut akibat pelanggaran ketentuan di bidang cukai berupa Barang Kena Cukai (BKC) khususnya Hasil Tembakau (HT), yaitu sebanyak 202.416 batang rokok melalui operasi pasar, serta sebanyak 2.830.200 batang rokok dalam penindakan langsung di berbagai lokasi berbeda di Madura.

“Total sebanyak 3.032.616 batang rokok berbagai merk dan jenis yang termaktub dalam 30 Surat Bukti Penindakan alias SBP dalam Program Gempur Rokok Ilegal yang kita gelar dalam sebulan terakhir,” kata Kepala Kantor Bea Cukai Madura, Latif Helmi berdasar rilis yang diterima beritajatim.com, Rabu (24/7/2019).

Penindakan jutaan batang rokok ilegal tersebut dilakukan karena tidak dilekati pita cukai atau rokok polos, bahkan perkiraan nilai barang yang berhasil ditindak mencapai angka miliaran rupiah, yakni sebesar Rp 2.781.617.400. “Jadi dalam penindakan ini, kami mampu menyelamatkan hilangnya potensi penerimaan negara sekitar Rp 1.114.023.000 melalui operasi pasar bersama Disperindag dan Satpol-PP Pamekasan,” ungkapnya.

Giat tersebut dilakukan sebagai upaya menekan peredaran rokok ilegal di seluruh wilayah Madura, baik melalui kegiatan yang bersifat preventif mau pun represif. “Kami menjalankan program ini seoptimal mungkin, baik melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi maupun melalui kegiatan penegakan hukum,” jabarnya.

“Untuk kegiatan sosialisasi dan edukasi yang pada tahun lalu sasarannya adalah aparat pemerintah, tokoh masyarakat, pedagang, pemilik toko dan masyarakat umum di setiap kecamatan. Maka pada tahun ini, kami merambah pada pondok pesantren di segenap penjuru pulau Madura. Sedangkan dari sisi penegakan hukum, kami secara ofensif melakukan operasi pasar dan penindakan-penindakan berdasarkan informasi intelijen,” jelasnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga menegaskan saat ini pihaknya tengah fokus melakukan penindakan yang sebagian besar didapat di dua kabupaten di Madura, yakni Pamekasan dan Sumenep. “Jutaan batang rokok ilegal ini berasal dari berbagai lokasi berbeda, khususnya di kabupaten Pamekasan dan Sumenep. Kedepan kami terus berkomitmen menurunkan angka rokok ilegal dalam rangka menjalankan Program Gempur Rokok Ilegal,” tegasnya.

Bersamaan dengan momentum tersebut, pihaknya melakukan kegiatan dengan dua pendekatan berbeda, yakni represif dan prevensif yang dilakukan sebagai upaya menekan peredaran rokok ilegal.

“Dari itu kami berharap masyarakat bisa sadar dan ikut andil untuk bersama-sama ikut berpartisipasi aktif dalam menurunkan angka rokok ilegal di Madura,” pungkasnya. [pin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar