Hukum & Kriminal

BBKP Surabaya Musnahkan Benih Tak Berizin dari Luar Negeri

Kediri (beritajatim.com) – Petugas Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya memusnakan ratusan kemasan bibit dan benih tanaman dari 16 negara yang masuk tanpa izin melalui Kantor Pos Kediri. Pemusnahan dilakukan untuk mencegah penularan penyakit tanaman yang membahayakan.

Kepala BBKP Surabaya M. Musafak mengatakan, paket yang dimusnakan merupakan tangkapan selama 4 bulan terakhir. Itu karena melanggar Undang Undang nomor 16 tahun 1992, tentang karantina hewan, ikan dan tumbuhan.

“Barang tersebut membahayakan karena diduga terinfeksi penyakit akan menular ke tanaman lain yang ada di lahan pertanian. Pemusnahan benih ini dilakukan dengan dibakar dalam insenerator,” ujar M. Musafak.

Sebelum dilakukan pemusnahan petugas telah memberikan waktu 14 hari kepada pemilik untuk melengkapi persyratan surat phytosanitary certifikat dan surat izin pemasukan dari menteri pertanian, sejak diamankan oleh petugas Kantor Pos Kediri. Tetapi pemilik tidak sanggup.

Ada 59 item bibit dan benih tanaman, yang dimusnahkan berupa biji, umbi, batang tanaman, serperi sayuran, padi, palawija, tanaman hias dan gandum.

Barang tanpa dilengkapi dokumen phytosanitary certifikat dan surat ijin pemsukan dari menteri pertanian ini, datang dari 16 negara tetangga seperti Usa, Korea, Belanda, Tahiland, Inggris, China, Malaysia, Singapur dan Jepang. [nng/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar