Hukum & Kriminal

Bawa Sabu, Residivis Ini Dituntut Enam Tahun Penjara

Surabaya (beritajatim.com) – Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Surabaya Maryani Melindawati menuntut pidana penjara selama enam tahun pada Mochammad Arifin Bin Jono Kusni karena dianggap terbukti melakukan perbuatan sebagaimana tertuang dalam pasal 114 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Selain itu, terdakwa yang juga residivis kasus narkoba ini juga didituntut membayar denda Rp 800 juta atau subsider 6 bulan.

Dalam tuntutan Jaksa disebutkan jika Terdakwa adalah pengedar sabu-sabu dengan berat + 0,35 gram. Hal itu juga diakui oleh terdakwa. “Saya pernah dihukum 3,5 tahun Pak Hakim, kasusnya sama. Mohon saya diberikan keringanan hukuman sebab saya kepala keluarga yang mempunyai tanggung jawab menghidupi keluarga,” kata Mochammad Arifin dalam sidang secara teleconfrence di ruang Candra idang PN Surabaya, Senin (27/7/2020).

Sementara itu, Fardiansyah dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) LACAK menyatakan pihaknya akan melakukan pembelaan pada persidangan berikutnya. Fardiansyah dalam nota pembelaannya nanti mengeluhkan soal pasal yang didakwaan Jaksa.

LBH itu sadar bahwa perbuatan Kliennya bertentangan dengan program pemerintah dalam memerangi peredaran narkoba di masyarakat. “Kami tidak sependapat dengan pasal yang didakwakan, mohon terdakwa diberikan hukuman yang seringan-ringannya. Kami sadar kalau terdakwa melakukan itu semua dikarenakan faktor himpitan ekonomi,” ujar Fardiansyah selesai persidangan.

Diketahui, kasus penjualan paketan sabu seberat 0,35 gram yang dilakukan Mochammad Arifin Bin Jono Kusni ini diketahui Polsek Wonocolo setelah melakukan penangkapan terhadap Taufik Oetomo Bin Bambang Mulyanto (berkas terpisah) sewaktu berada di Jalan Kamboja Gg. 4 Karang Pilang Surabaya.

Kepada polisi Taufik Oetomo Bin Bambang Mulyanto mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari Mochammad Arifin Bin Jono Kusni. Terdakwa Mochammad Arifin Bin Jono Kusni ditangkap sewaktu berada di Jalan Kalidami Gg.4 Surabaya dan ditemukan uang tunai sebesar Rp.200 ribu yang berasal dari penjualan narkotika jenis sabu-sabu kepada Taufik Oetomo Bin Bambang Mulyanto. [uci/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar