Hukum & Kriminal

Bawa Sabit Ancam Tetangga, Warga Mojokerto Diamankan

Pelaku YS warga Desa Jetis, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – YS warga Desa Jetis, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto diamankan anggota Polsek Jetis. Pria 30 tahun kni diamankan setelah dilaporkan tetangganya melakukan pengancaman dengan membawa sebilah senjata tajam (sajam) jenis sabit.

Kapolsek Jetis, Kompol Soegeng Prajitno mengatakan, sekira pukul 04.00 WIB pelaku mendatangi rumah korban, MY (57) yang merupakan tetangga pelaku. Pelaku datang dengan marah-marah dan memukul pintu rumah korban yang kemudian dibukakan oleh istri korban.

“Terlapor tiba-tiba ingin memukul korban dan dipisahkan oleh saksi. Terlapor kemudian pulang ke rumah, namun sekitar 10 menit kemudian terlapor bersama adiknya datang lagi ke rumah pelapor dengan membawa sebilah sabit yang akan diarahkan ke pelapor,” ungkapnya, Sabtu (12/6/2021).

Masih kata Kapolsek, tak hanya membawa sebilah sabit dan diarahkan ke korban, pelaku juga mengancam akan membunuh korban. Tetangga korban yang mendengar keributan tersebut datang ke rumah korban untuk memisahkan hingga akhirnya pelaku bersama adiknya pulang.

“Terlapor menuduh memfitnah pelapor yang menggunakan pesugihan, padahal pelapor tidak pernah berkata begitu. Sekira pukul 06.00 WIB, pelapor keluar rumah bersama istrinya sampai di Jembatan Jetis korban melihat terlapor. Terlapor kembali mengancam kembali mengancam mau dibunuh,” katanya.

Kapolsek menjelaskan, mengetahui pelaku kembali mengancam korban langsung melajukan sepeda motornya ke Polsek Jetis untuk melaporkan kejadian tersebut. Korban melapor ke Polsek Jetis lantaran merasa terancam. Tak lama petugas mengamankan pelaku dengan barang bukti sebilah sabit.

“Terlapor berhasil kami amankan bserta barang bukti berupa sebilah sabit. Terlapor dikenal sebagai preman di kampungnya karena sok jagoan dewe. Akibat perbuatannya ini, terlapor diduga melanggar Pasal 335 ayat 1 KUHP dan atau Pasal 1 ayat 2 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951,” jelasnya. [tin]



Apa Reaksi Anda?

Komentar