Hukum & Kriminal

Bawa Kayu Jati Curian, Sopir Truk Ditangkap Polisi

Malang (beritajatim.com) – Seorang pengemudi truk yang mengangkut kayu jati curian diamankan Satuan Reserse Kriminal Polres Malang. Sopir truk atas nama Suhermanto (43), warga Dusun Sidomulyo, Desa Tambakasri, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang ini, dibekuk saat hendak mengirim kayu hasil kejahatan tersebut.

“Tersangka ini mengaku hanya orang suruhan yang ditugaskan mengangkut kayu. Kami juga masih terus mendalami dan mengembangkan kasusnya,” ujar Kapolres Malang AKBP Hendri Umar, Rabu (17/6/2020).

Menurut Hendri, tersangka ditangkap di Jalan Raya Druju, Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Ketika ditangkap, tersangka sedang mengangkut kayu hutan. Kayu diangkut dengan menggunakan kendaraan truk bernopol N-8624-UA.

“Kendaraan truk tersebut kami jadikan barang bukti. Selain itu juga ada 19 batang kayu jati gelondongan serta 16 batang kayu wadang rimba berbentuk balok,” tegas Hendri.

Kayu tersebut dicuri dari hutan yang berbeda. Kayu jenis jati dicuri dari petak 70F Dusun Sidorejo, Desa Tambakasri, Sumbermanjing Wetan. Sedangkan kayu wadang rimba dicuri dari petak 69C Dusun Tamban, Desa Tambakrejo, Sumbermanjing Wetan.

Penangkapan tersangka Suhermanto sendiri, bermula dari laporan petugas Perhutani bahwa di dua lokasi tersebut terjadi pencurian kayu hutan. Berangkat dari laporan tersebut, petugas lalu melakukan penyelidikan.

Diketahui bahwa ada kendaraan truk yang mengangkut kayu diduga hasil curian. Akhirnya petugas menghadang kendaraan truk itu di Jalan Raya Druju Sumbermanjing Wetan. Begitu melintas, petugas Tim Buser Satreskrim Polres Malang langsung menghentikannya.

Begitu dihentikan dan diminta menunjukkan surat kepemilikan, Suhermanto tidak bisa menunjukkan. Akhirnya bersama dengan barang buktinya, petugas menggelandang tersangka ke Mapolres Malang. “Dia kami jerat pasal 83 ayat 1 huruf b Undang-undang nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan pengerusakan hutan. Ancaman hukumannya 1 tahun penjara dan denda Rp 2,5 miliar,” paparnya.

Sementara itu, Suhermanto mengaku hanya orang suruhan saja. Dia diminta mengangkut kayu dari lokasi dengan tujuan Desa Gedog, Kecamatan Turen, oleh seseorang bernama Nari.

“Saya cuma disuruh Pak Nari. Sekali mengangkut tersebut saya mendapat komisi Rp 500 ribu. Itupun masih dipotong BBM dan biaya sewa kendaraan. Sudah dua kali ini saya diminta mengangkut kayu dengan tujuan sama,” ucap Suhermanto. (yog/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar