Hukum & Kriminal

Bawa Kapal Bekas Hingga Rugikan Negara Rp 61 Miliar, Antonius Dihukum 16 Tahun

Surabaya (beritajatim.com) – Majelis hakim yang diketuai Cokorda Gede Arthana menjatuhkan pidana penjara selama 16 tahun pada Antonius Aris Saputra, Rekanan PT Dok dan Perkapalan Surabaya (DPS), Rabu (14/8/2019).

Terdakwa dianggap bersalah karena melakukan tindak pidana korupsi pengadaan kapal floating dock crane yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 61 miliar. “Menghukum terdakwa Antonius Aris Saputra dengan pidana penjara selama 16 tahun, denda Rp 1 miliar, subsider 6 bulan kurungan,”ujar hakim Cokorda.

Kasus korupsi ini dibongkar Kejati Jatim ketika muncul laporan BPK yang menemukan kerugian negara sebesar Rp 61 miliar dari nilai proyek pengadaan kapal sebesar Rp 100 miliar. Proyek pengadaan kapal jenis floating dock crane ini terjadi pada 2016 lalu.

Pengadaan kapal tersebut telah melalui proses lelang. Dalam lelang disebutkan, pengadaan kapal dalam bentuk kapal bekas dari negara di Eropa. Namun, saat dibawa ke Indonesia kapal tersebut tenggelam ditengah jalan. Dari sini kemudian muncul dugaan bahwa, ada spesifikasi yang salah dalam pengadaan kapal tersebut.

Kasus ini juga menyeret Mantan Dirut PT DPS Riry Syeried Jetta sebagai terdakwa dalam berkas perkara terpisah dan saat ini masih dalam proses persidangan. Penyidikan kasus ini tak berhenti pada dua pelaku saja, Penyidik Pidsus Kejati Jatim juga memastikan akan menerapkan tersangka baru. [uci/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar