Hukum & Kriminal

Bawa Istri Pelaku, Cari Jenazah yang Dibuang di Sungai Buduran

W Istri MBTB saat melakukan pencarian jenazah PDA di Sungai Siwalanpanji Buduran

Sidoarjo (beritajatim.com) – Hari ini menjadi hari terakhir penyisiran Sungai Siwalanpanji Buduran, lokasi pembuangan jasad PDA (18) gadis cantik asal Wadungasih Kecamatan Buduran usai motornya dirampas oleh MBTP akhir Januari 2020 lalu.

Petugas yang melakukan penyisiran di sungai sebelumnya menemukan karung plastik berisi baju sudah kondisi robek. Di lain tempat tidak jauh dari karung plastik, petugas juga menemukan seperti celana dalam, tangtop dan jilbab.

Semua barang yang ditemukan di kedalama sungai, dibawa oleh petugas Basarnas. Sayang, sampai akhir waktu pencarian, petugas tidak menemukan barang tambahan maupun tubuh jasad korban.

Tim Basarnas juga menerjunkan dua penyelam di lokasi temuan barang-barang milik wanita itu sampai sore hari, namun kembali keatas permukaan air sungai dengan tangan kosong.

“Kami sudah berupaya semaksimal mungkin dalam mencari jasad korban, tapi tidak berhasil menemukan. Dua penyelam terjun ke kedalaman air sampai sekitar 4 meter, belum juga menemukan jasad korban,” kata Heksa W Kabid Damkar BPBD Kabupaten Sidoarjo.

Pantauan di lapangan, dalam pencarian hari terakhir sampai menjelang waktu maghrib, petugas juga membawa W yang diduga isteri pelaku.

Di atas perahu karet yang berhenti menepi akan melakukan pencarian kedalam sungai, W sepertinya dijadikan mediasi oleh orang pintar dalam pencarian jasad siswi SMK itu tetap juga tidak membuahkan hasil.

Usai melakukan pencarian dan penyisiran sungai jelang petang hari, akhirnya petugas gabungan mengakhiri pencarian. Warga yang berkerumun di atas tangkis sepanjang sungai juga ikut membubarkan diri. (isa/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar