Hukum & Kriminal

Bawa Ganja Saat Patroli, Polisi Ringkus Oknum Petugas Tol Jasa Marga Gempol-Pandaan

Okum Jasa Marga Gempol Pasuruan saat jalani gelar perkara kasus kepemilikan ganja di Mapolrestabes Surabaya, Rabu (2/12/2020).(Manik Priyo Prabowo)

Surabaya (beritajatim.com) – Oknum petugas tol Jasa Marga diamankan tim khusus Satresnarkoba Polrestabes Surabaya Selasa (1/12/2020) sore. Saat itu petugas Jasa Marga Tol Gempol-Pandaan ini sedang berpatroli di ruas tol Gempol-Pandaan bersama rekannnya. Usai dibuntuti beberapa waktu, petugas berinisial AT itu akhirnya dihentikan Satnarkoba untuk diperiksa.

Benar saat dilakukan pemeriksaan dengan bukti rekaman ponsel pintar, pelaku yang membuka tas dan kota kecil ini terbukti membawa ganja. AT yang masih menggunakan atribut rompi berwarna biru bertuliskan “Traffic Services Tol” itu langsung digelandang ke Mapolrestabes Surabaya beserta barang bukti ganja.

“Baru pesan dan saya ambil melalui ranjau. Gak berat kurang dari 1 gram kalau gak salah,” katanya saat gelar perkara kasus kepemilikan ganja di Mapolrestabes Surabaya, Rabu (2/12/2020).

Kepada beritajatim.com AT mengaku sudah dua kali memesan ganja tersebut melalui jejaring sosial Line. Awalnya ia mengaku memperoleh pesan singkat iklan seperti tembakau. Namun ternyata tembakau tersebut adalah ganja dan pengakuannya sudah dipakai sekali. “Baru sekali dan ambil barangnya diranjau suatu tempat. Baru kali ini saya pakai,” akuhnya.

Ketua Tim Khusus Satresnarkoba Polrestabes Surabaya, Iptu Yudhy Saeful Mamma menjelaskan, penangkapan AT ini adalah pengembangan. Sebelumnya petugas mengamankan seorang yang diduga bandar dan juga pemakai. Menurut pengakuan AT merupakan salah satu pemakai ganja juga.

Usai melakukan pendataan dan mencari identitas AT, petugas Timsus ini pun melakukan pembuntutan dan mengamankan pelaku saat bekerja. Sebab, kabarnya memang benar pelaku sering bekerja dan membawa barang haram tersebut. “Saat operasi, kendaraan kami pinggirkan dan kami dapati pelaku membawa 2 poket ganja kurang lebih seberat 2 gram,” kata Yudhy.

Penangkapan pegawai tetap perusahaan plat merah itu, kata Yudhy, berdasarkan pengembangan dari penangkapan pengedar sebelumnya. AT, kata Yudhy, mendapatkan ganja dari transaksi online. Pihaknya sedang memburu jaringan peredaran dan siapa saja pelaku-pelaku bisnis ganja online ini.

“Jadi, AT ini mendapatkan ganja dari seseorang melalui transaksi online. Dia mendapatkan ganja dengan cara ranjau di salah satu lokasi di Surabaya. Rekan AT yang sudah kami amakan sebelumnya menyebut AT sudah 2 kali membeli ganja kering,” kata dia.

Yudhy menegaskan, Polrestabes Surabaya tidak akan pandang bulu dalam menangkap pemakai narkoba. Entah itu PNS, pegawai BUMN atau bahkan anggota polisi sendiri akan ditindak tegas jika terbukti menggunakan narkoba.

Menanggapi pemberitaan dan informasi yang beredar di media sosial mengenai penangkapan seorang petugas Mobile Customer Service (MCS) oleh Petugas Satresnarkoba Polrestabes Surabaya, PT Jasamarga Pandaan Tol (JPT) mengkonfirmasi bahwa kejadian tersebut benar terjadi.

Petugas MCS tersebut bertugas di Jalan Tol Gempol-Pandaan yang dikelola oleh Anak Usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT JPT. Direktur Utama PT JPT Charles Lendra menjelaskan bahwa peristiwa penangkapan tersebut terjadi pada hari Selasa (01/12) lalu karena dugaan adanya petugas MCS yang mengonsumsi narkoba.

“Berdasarkan kronologi dari Kepolisian, yang bersangkutan ditangkap saat sedang melaksanakan tugas patroli shift 2 (pukul 14.00-21.00 WIB) di Km 53 Jalan Tol Gempol-Pandaan arah Pandaan. Petugas ini merupakan karyawan dengan status Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWT) PT JPT,” jelasnya, Kamis (3/12/2020).

Charles mewakili manajemen PT JPT sangat menyesalkan kejadian tersebut dan menyerahkan kasus tersebut kepada pihak yang berwajib untuk diproses berdasarkan aturan hukum yang berlaku. “Kami menyerahkan proses hukum kepada pihak Kepolisian serta sebagai langkah antisipasi agar kejadian yang sama tidak terulang kembali, kami akan memperketat pengawasan dan pembinaan kepada seluruh petugas,” imbuh Charles.

Charles juga menyatakan tidak mentolerir tindakan yang bersangkutan dan akan memberikan sanksi tegas kepada karyawan tersebut berupa Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). (man/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar