Hukum & Kriminal

Baru Bebas Barkat Asimilasi Corona, 2 Bandit Beraksi Lagi

Pelaku bersama petugas Polsek Tegalsari Surabaya, usai diperiksa, Sabtu (11/4/2020). [Foto/istimewa]

Surabaya (beritajatim.com) – Moch Bachri (25) dan Yayan Dwi Kharismawan (23) baru saja menghirup udara bebas karena mendapatkan program asimilasi Kementerian Hukum dan HAM terkait pandemi virus corona, Jumat (3/4/2020) lalu. Hanya saja, baru enam hari bebas, dua pelaku spesialis jambret ini justru melakukan kejahatan lagi.

Kanit Reskrim Polsek Tegalsari, Iptu Made menjelaskan, pelaku sepertinya tak mau hidup bebas. Ia justru memilih melakukan aksi kejahatan. Sama halnya mereka memilih hidup di penjara. Karena mereka melakukan kejahatan lagi pada Kamis (9/4) dini hari sekitar pukul 04.30 WIB.

“Korban bernama Dwi Yatiningsih (47) saat itu tengah melintas di Jalan Raya Darmo. Kemudian, dua tersangka bersama dua temannya yang lain memepet korban dan merampas tasnya. Tas korban kemudian dilempar ke teman tersangka yang berboncengan. Mereka lantas kabur ke arah selatan,” ujar Iptu I Made, Sabtu (11/4/2020)

Korban pun sontak berteriak. Berutung di sekitar wilayah tersebut sedang ada polisi berjaga dan beberapa warga. Aksi Bachri dan Yayan pun digagalkan. Mereka pun kemudian dikeler ke Mapolsek Tegalsari bersama petugas.

Saat dilakukan interogasi, keduanya menunjukkan bahwa mereka baru sepekan bebas dari asimilasi virus corona di LP (lembaga pemasyarakatan) Lamongan. Kepada perugas, keduanya merupakan residivis kejahatan yang sama yakni jambret. “Sementara dua orang lainnya masih dalam pencarian,” lanjutnya.

Meski sudah tertangkap dan meraskaan amukan massa, keduanya sempat melawan perugas. Mereka justru nekat melepaskan diri saat keduanya dikeler untuk menunjukkan kediaman dua tersangka lainnya. Walhasil mereka pun sempat merasakan timah panas di kaki masing-masing.

Kedua pelaku terancam Pasal 365 KUHP dengan ancaman penjara maksimal 12 tahun. “Semoga keduanya mendapatkan efek jera dan tidak lagi melakukan tindak kriminal. Karena mereka harusnya menjadi manusia pada umumnya untuk bekerja lantaran bebas, tapi justru mereka melakukan kejahatan lag,” pungkas Made. [man/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar