Hukum & Kriminal

Bareskrim Limpahkan Kasus Korupsi PT TPPI Tuban ke Kejagung

Tuban (beritajatim.com) – Penyidik dari Direktorat Tindak Pidana Ekomoni Khusus (Tipideksus) Bareskrim Polri bersama dengan tim Kejaksaan Agung (Kejagung) mendatangi lokasi kilang PT Trans Pasific Petrochemical Indotama (TPPI) yang berada Desa Remem, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jumat (31/1/2020).

Kedatangan tim khusus itu untuk melakukan pelimpahan barang bukti berupa kilang PT Tuban LPG Indonesia (TLI) yang merupakan sebagai barang bukti dugaan kasus korupsi kondesat bagian negara dengan kerugian negara sekitar Rp 36 triliun. Barang bukti berupa dua kilang LPG itu sejak tahun 2016 disita polisi. Selanjutnya, dilimpahkan kepada Kejaksaan Agung RI.

Penyelidikan dugaan korupsi di PT TPPI Tuban atas penjualan kondesat bagian negara pada 2009 itu sudah dilakukan oleh Mabes Polri sejak 2015. Dalam kasus dugaan korupsi dengan kerugian negara puluhan triliun rupiah tersebut terdapat tiga orang tersangka yakni HW, RP dan DH.

“Hari ini kita menyerahkan barang bukti berupa kilang. Kita serahkan ke JPU (Jaksa Penuntut Umum) untuk ditindaklanjuti tahap berikutnya,” jelas Kasubnit Tipideksus Ditreskrimsus Mabes Polri Kompol Subiyanto, saat berada di lokasi Kilang TPPI Tuban.

Keberadaan Kilang PT Tuban LPG Indonesia itu berada di dalam kawasan PT TPPI Tuban. Petugas dari Mabes Polri yang juga didampingi Kasat Reskrim Polres Tuban bersama tim Kejagung melihat secara langsung kondisi dua kilang yang telah disita untuk proses hukum tersebut.

“Dua tersangka yang sudah dilimpahkan kemarin langsung dilakukan penahanan, dan satu tersangka lain yaitu HW akan diproses dengan peradilan in absentia,” tambahnya.

Proses penyelidikan kasus dugaan korupsi penjualan kondesat bagian negara yang dinilai terdapat penyimpangan itu berjalan cukup panjang. Kasus itu sudah P21 pada 2018 dengan pencarian HW dan kemudian baru bisa dilanjutkan tahap dua pada awal 2020 ini.

Sementara itu, Sugeng Firmanto, General Manager (GM) PT TPPI Tuban yang ikut langsung mendampingi tim Mabes Polri dan Kejagung menyatakan, pihaknya mendukung segala proses hukum dalam mengungkapkan dugaan kasus tersebut. Meski keberadaan kilang LPG itu statusnya disita, namun sampai dengan saat masih terus beroperasi.

“Kita mendukung proses hukum yang dijalankan dan kita menyambut baik.Terkait dengan ini saya kira tidak ada pengaruh terhadap produksi, karena sebelumnya sudah disita oleh kepolisian. Pihak kepolisian juga memberikan izin dititip rawat ke TPPI. Toh, ini hasilnya juga masuk ke negara,” papar Sugeng Fimanto.

Sedangkan barang yang dilimpahkan oleh Bareskrim Mabes Polri kepada Kejagung itu berupa kilang LPG berserta dua tangki penimbun LPG dengan kapasitas masing-masing 6.580 meter kubik. Kilang tersebut mampu memproduksi sekitar 6 ton sampai 8 ton per jam. [mut/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar