Hukum & Kriminal

Bantu Jual Hasil Curian Milik Warga Korea, 2 Pria Ini Diadili

Surabaya (beritajatim.com) – Terdakwa Moh Khoirul Rokhim dan Moh Gunawan diadili lantaran membantu menjual barang curian berupa emas milik Kim Seong Man.

Dalam sidang yang digelar di ruang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Irene Ulfa membacakan dakwaan. Dalam dakwaan disebutkan, perbuatan kedua Terdakwa berawal dari saksi Kim Seong Man memberikan kartu akses masuk Apartemen Kondominium Graha Family kamar RA 303 kepada saksi Rizki Nur Rachman Bin Agus Taufik (Dilakukan penuntutan dalam berkas terpisah) yang merupakan supir saksi Kim Seong Man.

Bahwa pada saat saksi Rizki Nur Rachman Bin Agus Taufik berada di dalam ruangan kamar apartemen saksi Kim Seong Man menemukan kunci kamar pembantu RA 303 yang bisa membuka pintu kamar tidur saksi Kim Seong Man timbul niat saksi Rizki Nur Rachman Bin Agus Taufik untuk mengambil barang di dalam kamar apartemen milik Kim Seong Man.

Selanjutnya saksi Rizki Nur Rachman Bin Agus Taufik mengambil dan menyimpan kunci kamar pembantu tersebut kemudian pada hari Senin tanggal 11 Mei 2020 jam 06.00 Wib saksi Rizki Nur Rachman Bin Agus Taufik menuju Jl.Raya Sepanjang Krian Sidoarjo menemui saksi Punamin Bin Na’Am yang bekerja sebagai supir adik ipar Kim Seong Man.

Pertemuan untuk mengajak mengambil barang di dalam kamar saksi Kim Seong Man lalu membagi peran dimana saksi Punamin Bin Na’Am yang masuk ke dalam kamar mengambil barang-barang milik saksi Kim Seong Man yang berada di dalam laci yang isinya berupa uang dan perhiasan.

Sedangkan saksi Rizki Nur Rachman Bin Agus Taufik (Dilakukan penuntutan dalam berkas terpisah) bertugas yang menjual barang-barang tersebut.

Kemudian saksi Rizki Nur Rachman Bin Agus Taufik memberikan kartu Prox Card akses masuk apartemen dan kunci kamar pembantu untuk masuk ke dalam kamar RA 303 kepada saksi Punamin Bin Na’Am selanjutnya pada hari yang sama saksi Punamin Bin Na’Am dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat warna hitam No.Pol.: M-3850-AC menuju Apartemen Kondominium Graha Family.

Sesampainya ditempat tujuan saksi Punamin Bin Na’Am masuk kedalam Apartemen Kondomunium dengan memakai kartu akses untuk menggunakan lift selanjutnya dengan menggunakan kunci pembantu masuk ke dalam kamar pembantu menuju dapur.

Saksi Punamin Bin Na’Am mengambil gunting dari dapur untuk membuka laci kemudian saksi Punamin Bin Na’Am (Dilakukan penuntutan dalam berkas terpisah) membuka laci s sebelah kiri mengambil 3 kalung emas, 2 gelang emas warna warni, 3 set anting emas, 4 cincin emas, 20 mutiara, 3 jam tangan wanita, 4 jam tangan pria, 1 dompet warna kuning ada gambarnya bertuliskan “What A Beautiful” yang didalamnya berisi uang tunai sebesar Rp.30.000.000,- dan uang 3250 Euro.

Setelah saksi Punamin Bin Na’Am (Dilakukan penuntutan dalam berkas terpisah) berhasil mengambil barang-barang milik saksi Kim Seong On selanjutbya saksi Punamin Bin Na’Am (Dilakukan penuntutan dalam berkas terpisah) menemui saksi Rizki Nur Rachman Bin Agus Taufik (Dilakukan penuntutan dalam berkas terpisah) di Pom Bensin daerah Citraland kemudian setelah bertemu dengan saksi Rizki Nur Rachman Bin Agus Taufik (Dilakukan penuntutan dalam berkas terpisah) lalu saksi Punamin Bin Na’Am (Dilakukan penuntutan dalam berkas terpisah) menyerahkan barang-barang milik saksi Kim Seong Man.

Kemudian saksi Rizki Nur Rachman Bin Agus Taufik (Dilakukan penuntutan dalam berkas terpisah) membagi hasil kejahatan tersebut dimana saksi Rizki Nur Rachman Bin Agus Taufik (Dilakukan penuntutan dalam berkas terpisah) mendapatkan bagian sebesar Rp.17.500.000,-, 1 jam tangan sedangkan saksi Punamin Bin Na’Am (Dilakukan penuntutan dalam berkas terpisah) mendapat uang sebesar Rp.12.500.000,- serta 6 jam tangan lalu terhadap barang berupa perhiasan dibawa oleh saksi Rizki Nur Rachman Bin Agus Taufik (Dilakukan penuntutan dalam berkas terpisah) untuk dijual.

Bahwa pada hari Minggu tanggal 17 Mei 2020 jam 09.00 Wib para Terdakwa dan Sdr.Mochamad Abdur Rachman (DPO) menemui Sdr.Hadi (DPO) di Dusun Panjer Kecamatan Pungging Kabupaten Mojokerto untuk menjual 1 kalung emas, 1 gelang emas dan 1 cincin emas yang tanpa dilengkapi dengan nota pembelian lalu Sdr.Hadi (DPO) bersedia membeli ketiga perhiasan tersebut kemudian Sdr.Hadi (DPO) menyerahkan uang sebesar Rp.15.000.000,- kepada Sdr.Mochamad Abdur Rachman (DPO).

Bahwa setelah para Terdakwa dan Sdr.Mochamad Abdur Rachman (DPO) berhasil menjual perhiasan tersebut kemudian Sdr.Mochamad Abdur Rachman (DPO) membagi uang hasil penjualan emas tersebut kepada saksi Rizki Nur Rachman Bin Agus Taufik (Dilakukan penuntutan dalam berkas terpisah) sebesar Rp.5.000.000, Terdakwa I sebesar Rp.500.000,- (Lima ratus ribu rupiah), 1 kalung emas, 1 gelang emas dan 1 gandul kalung sedangkan Terdakwa II mendapatkan upah sebesar Rp.200.000,- (Dua ratus ribu rupiah) dan Sdr.Mochamad Abdur Rachman (DPO) mendapatkan upah sebesar Rp.9.300.000,- (Sembilan juta tiga ratus ribu rupiah). Bahwa Sdr.Mochamad Abdur Rachman (DPO) mendapatkan hasil penjualan emas lebih banyak dikarenakan saksi Rizki Nur Rachman Bin Agus Taufik (Dilakukan penuntutan dalam berkas terpisah) takut jika Sdr.Mochamad Abdur Rachman (DPO).

Keuntungan para Terdakwa dan Sdr.Mochamad Abdur Rachman (DPO) menjual 1 kalung emas, 1 gelang emas dan 1 cincin emas yang tanpa dilengkapi dengan nota pembelian adalah karena para Terdakwa dan Sdr.Mochamad Abdur Rachman (DPO) mendapat keuntungan dimana Terdakwa I sebesar Rp.500.000,- (Lima ratus ribu rupiah), 1 kalung emas, 1 gelang emas dan 1 gandul kalung sedangkan Terdakwa II mendapatkan upah sebesar Rp.200.000,- (Dua ratus ribu rupiah) dan Sdr.Mochamad Abdur Rachman (DPO) mendapatkan upah sebesar Rp.9.300.000,- (Sembilan juta tiga ratus ribu rupiah) ;

“Akibat perbuatan para Terdakwa, Saksi Korban Kim Seong Man mengalami kerugian kurang lebih sekitar Rp.200.000.000,” ujar Irene saat membacakan dakwaannya.

Perbuatan para Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana Pasal 480 Ke-1 KUHPidana Jo. Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHPidana. [uci/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar