Hukum & Kriminal

Bantah Ada Pembatalan Mahkamah Agung, PN Malang Eksekusi Aset Rp 18 Miliar

Eksekusi salah satu aset dari 5 aset oleh Pengadilan Negeri Malang senilai Rp18 miliar lebih.

Malang(beritajatim.com) – Pengadilan Negeri Malang melakukan eksekusi 5 aset di 4 lokasi berbeda. Eksekusi dilakukan setelah 5 aset itu dilelang oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara Lelang (KPKNL) Malang dan dibeli oleh pemenang lelang atas nama Debora dan Rebbeca pada 3 Juni 2021.

5 aset ini dilelang dengan total sekira Rp18 miliar. Eksekusi pertama dilakukan di Jalan Taman Ijen B-8 Perum Pahlawan Trip, Klojen, Kota Malang, Selasa, (23/3/2021) kemarin. Eksekusi kedua adalah dua Ruko di Jalan Terusan Kawi dan sebuah ruko di Jalan Galunggung, Kota Malang pada Rabu, (24/3/2021).

“Kami melakukan pelaksanaan permohonan dari pemenang lelang dari KPKNL berdasarkan lelang dari Pengadilan Negeri Malang. Total kalau tidak salah kemarin Rp 18 miliar lebih, termasuk yang di Batu juga,” kata Panitera Pengadilan Negeri Malang, Ahmad Hartoni.

Pada eksekusi hari pertama, termohon yakni Valentina sempat menolak rencana eksekusi oleh juru sita PN Malang. Videonya pun telah viral di media sosial. Alasan penolakan oleh Valentina karena ada keputusan Mahkamah Agung (MA) bernomor 3622 tentang non-eksekutabel.

Ahmad Hartoni mengatakan, bahwa surat putusan MA yang ditunjukan termohon salah alamat. Karena keputusan MA soal pembatalan eksekusi bukan untuk lima aset ini. Tetapi aset lain, di luar lima aset yang dieksekusi oleh Pengadilan Negeri Malang.

“Jadi jelas dalam putusan MA, 2 objek itu tidak termasuk di dalam lelang yang dilakukan oleh pemohon. Di luar dari yang kita lelang dan eksekusi sekarang. Yang dibatalkan oleh lelang itu yang di luar 5 aset ini,” ujar Ahmad Hartono.

Lebih jauh, Ahmad Hartono mengungkapkan, ada 27 obyek yang di lelang oleh PN Malang melalui KPKNL. Pada eksekusi 23 Maret hingga 25 Maret besok ada 5 aset yang dilelang. Sedangkan 2 obyek soal pembatalan MA itu di luar 27 obyek yang masuk daftar lelang.

“Jadi bukan sama sekali. Jadi jumlah objek yang di lelang itu sebanyak 27 objek. Dari 27 objek itu yang dua itu tidak termasuk lelang yang dilakukan oleh PN Malang melalui KPKNL, itu tidak ada daftarnya. Jadi saya tegaskan 2 obyek berdasarkan putusan MA di luar ini,” tutur Ahmad Hartono.

Sementara itu, kuasa hukum pemenang lelang, Lardi mengatakan, karena putusan lelang dan Pengadilan Negeri Malang telah inkrah. Maka hak dari kliennya adalah mendapatkan aset itu karena sebagai pemenang lelang. Menurutnya, tahapan hukum telah dilakukan dengan baik.

“Jadi memang ya ini yang harus dilakukan oleh pengadilan. Saya rasa, pengadilan telah menjalankan sesuai aturan hukum. Prosedur dari satu ke satu telah terlalui dari gugatan sampai lelang, artinya tahapan-tahapan hukum telah dilaksanakan dengan baik,” tandas Lardi. (luc/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim Foto

Air Terjun Telunjuk Raung

Foto-foto Longsor di Ngetos Nganjuk