Hukum & Kriminal

Bangkit Sales Baru UMC Batu, Sebelum Diculik dan Dibunuh Gelar Pitonan Anaknya

Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Prathama.

Malang(beritajatim.com) – Polisi mengungkapkan jasad lelaki yang ditemukan di Sungai Watu Ondo, dekat Jembatan Cangar, Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Rabu (16/10/2019) adalah Bangkit Maknutu Dunirat (32). Dia adalah pegawai baru UMC Suzuki Cabang Batu.

Bangkit diduga diculik kemudian dibunuh dan jasadnya dibuang di Batu. Jasad Bangkit, ditemukan dengan kondisi luka-luka. Ada luka robek di bagian dahi atas sebelah kiri. Kedua mata terlihat lebam. Kondisi tangan terikat di depan. Serta pendarahan diselaput otak.

Bangkit diculik di Jalan A Yani Surabaya depan diler mobil, pada Senin, (14/10/2019). Ternyata, Bangkit berada di Surabaya untuk mengikuti training sales. Sesuai jadwal pelatihan ini digelar selama tiga hari, yakni 14 hingga 16 Oktober 2019. Dia diduga diculik setelah mengikuti pelatihan di hari pertama.

“Ada training seles untuk pendidikan sales baru. Programnya mulai Senin kemarin sampai Rabu. Jadi informasinya kejadian hilangnya Senin. Saat itu training selesai siang,” kata Admin UMC Suzuki Cabang Batu, Radityo, Kamis, (17/10/2019).

Radityo mengungkapkan, setelah hingga keesokan hari atau Selasa, (15/10/2019) tidak ada kabar. Kepala Pimpinan Cabang dan kelaurga melapor ke Polrestabes Surabaya. Sebab, orang-orang terdekat yang mencoba menghubungi Bangkit merasa khawatir dengan keberadaannya yang tidak diketahui.

“Kami mencoba mengkontak tapi tidak ada kabar, begitu juga keluarganya. Akhirnya dilaporkan ke Polrestabes Surabaya. Kami tahu informasi diculik setelah melihat screenshot videonya,” ucap Radityo.

Raditya mengungkapkan, bahwa Bangkit baru satu bulan bekerja di UMC Suzuki Cabang Batu. Semuanya berjalan lancar, tidak ada persoalan dengan kinerja Bangkit. Bahkan, Bangkit sedang menanti kabar gembira kelahiran anak pertamanya. Sebab, istri Bangkit sedang mengandung bayi tujuh bulan.

“Selama bekerja tidak ada persoalan apa-apa, tidak pernah cerita apa-apa jadi wajar-wajar saja. Jumat, (11/10/2019) sebelum berangkat ke Surabaya sempat pitonan (selamatan) tujuh bulan anak pertama. Istrinya sedang hamil,” tandasnya.

Sampai saat ini, polisi tengah menyelidiki dan mengejar para pelaku penculikan dan dugaan pembunuhan korban. Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran memastikan, Polrestabes Surabaya akan mendalami kasus penculikan dan memastikan akan menangkap keempat pelaku. (luc/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar