Hukum & Kriminal

Bandit Curanmor di Gresik Kembali Unjuk Gigi

foto: ilustrasi

Gresik (beritajatim.com) – Alap-alap motor di Kabupaten Gresik kembali unjuk gigi. Padahal, selama Bulan Ramadhan lalu, aksi para pelaku terus menurun. Tercatat, jajaran Polres Gresik hanya menerima dua laporan kasus curanmor selama Operasi Ketupat Semeru 2021.

Pasca lebaran, para bandit tersebut kembali merajalela. Hal tersebut dialami Krisna Sugeng Rahayu, warga asal Desa Hulaan Kecamatan Menganti. Motor Scoopy W 2209 UH miliknya raib tak berjejak saat berada di di rumahnya. “Malam harinya, saya parkir teras rumah seperti biasa. Tapi, tiba-tiba raib dicuri orang,” ujarnya, Rabu (26/05/2021).

Pria 34 tahun itu pun kaget saat motornya sudah lenyap tak berjejak. “Mau gimana lagi berangkat kerja, motor sudah gak ada,” ungkap Sugeng sambil mengeluh.

Ia menambahkan, saat kejadian kondisi pagar rumahnya juga terbuka. “Kunci gembok juga hilang, sepertinya dirusak dan dibawa pelaku,” imbuhnya.

Diwaktu yang hampir bersamaan, warga bernama Angga Wijaya juga menjadi korban curanmor. Pria 27 tahun asal Kelurahan Karang Turi Kecamatan Gresik itu harus merelawakan motor honda beat W 6992 AX digondol pencuri. “Hilang saat berada di parkiran kost. Baru tahu saat terbangun untuk Sholat,” ungkapnya.

Dia menduga, alap-alap beraksi dengan merusak gembok pagar. Padahal, biasa dikunci saat malam. Lagipula, gembok tersebut tidak ditemukan disekitar lokasi.

Untungnya, dari tujuh motor yang berada diparkiran, hanya motor miliknya yang amblas. “Pasalnya, motor miliknya berada paling ujung. Meskipun demikian, kejadian tersebut membuatnya kesulitan menjalankan aktifitas sehari-hari.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto pun tidak menampik hal tersebut. Pihaknya akan terus memaksimalkan jajarannya dalam melakukan patroli. Baik ditingkat Polsek maupun memaksimalkan Satuan Sabhara Polres Gresik. “Tidak jarang motor yang berhasil dicuri dilembar didaerah lain. Bahkan, banyak juga yang dijual eceran dengan membongkar sparepart motor,” katanya.

Arief juga menjelaskan bahwa saat beraksi, tidak jarang pelaku memantau situasi terlebih dahulu. Atau bergerak secara komplotan dan saling berbagi tugas. “Tentu untuk memuluskan aksinya. Oleh karena itu, kewaspadaan masyarakat juga wajib ditingkatkan,” tandasnya. [dny/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar