Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Bandar Kakek-kakek Nyabu di Surabaya ternyata Pedagang Pentol

Kedua tersangka saat diamankan di Polrestabes Surabaya

Surabaya (beritajatim.com) – Usai mengamankan dua kakek-kakek di Surabaya yang menjadi pengedar sabu pada bulan Februari lalu, kini polisi mengamankan AR (32) warga Jl Semeru, Sedati, Sidoarjo, Rabu (9/3/2022) sekitar pukul 12.00 WIB, yang merupakan pemasok kristal haram tersebut. Dari informasi yang dihimpun beritajatim, AR sehari-hari bekerja sebagai pedagang pentol.

Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya, AKBP Daniel Marunduri menjelaskan, penangkapan terhadap AR dilakukan usai kedua kakek di Surabaya ‘menyanyi’ menyebutkan nama pemasoknya.

“Dari penangkapan tersangka GE dan PN dengan barang bukti 15 poket sabu seberat 13.69 gram itu, didapat keterangan bahwa mereka membeli barang dari tersangka AR,” terang Daniel.

Tersangka AR yang saat itu sedang bersantai di sebuah Cafe, langsung diamankan petugas dari unit Timsus Satreskoba Polrestabes Surabaya. Namun AR sempat mengelak karena saat itu ia tidak membawa barang bukti.

“Saat diamankan, tidak ditemukan barang bukti terhadap tersangka. Sehingga kami membawa tersangka ke tempat kostnya di Jl Siwalan Kerto, disana kami mendapati temannya BW (42) sedang pesta sabu,” tambah Daniel.

Melihat hal tersebut, polisi lantas mengamankan BG. setelah mengamankan BG petugas melakukan penggeledahan di kamarnya dan menemukan barang bukti 14 poket sabu seberat 35,57 gram, 1 unit timbangan elektrik dan 1 bendel plastik klip.

“Dari tempat kost tersangka itu, kami temukan barang bukti sabu 14 paket sabu seberat 35,57 gram, kartu ATM, 3 unit ponsel, 1 unit timbangan elektrik dan 1 bendel plastik klip,” ungkap Daniel lebih lanjut.

Sementara kepada petugas, tersangka AR mengaku membeli sabu secara patungan bersama rekannya BW kepada BG (DPO) bandar asal Malang, Kamis (3/2/2022) seberat 50 gram seharga 37 juta.

“Kedua tersangka ini membeli sabu kepada (BG). setelah uangnya di transfer, mereka baru mengambilnya yang di ranjau depan Terminal Arjosari Malang,” pungkas Daniel.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) Dan Pasal 112 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan diancam pidana selama 20 tahun penjara. [ang/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar