Hukum & Kriminal

Bambang DH: Jatim Perlu Tempat Rehabilitasi Narkoba

Bambang DH (berpeci) dengan Budi Waseso saat bertemu di acara Rakernas PDIP

Jakarta (beritajatim.com) – Mantan Ketua BNN Budi Waseso ikut mendukung langkah anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Bambang DH untuk mewujudkan tempat rehabilitasi bagi korban narkotika di Jawa Timur.

Hal itu dinyatakan disela-sela Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDI Perjuangan di Jakarta International Expo. “Tadi saya bertemu Mantan Ketua BNN, Komjen Pol (Purn) Budi Waseso yang menghadiri acara Rakernas dan berdiskusi kecil tentang tempat rehabilitasi korban narkoba di Jawa Timur. Beliau sangat memahami persoalannya dan mendukung penuh,” tutur Bambang DH menirukan apa yang disampaikan Budi Waseso.

Sebelumnya dalam rangkain Reses Komisi III di Jawa Timur pada akhir Desember 2019 yang lalu terungkap data tentang overload kapasitas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di berbagai kota di Jawa Timur yang mana narapidanya 60-70 perse merupakan korban penyalahgunaan narkoba.

Mereka terpaksa di tempatkan di lapas karena tidak adanya tempat rehabilitasi yang memenuhi standart. Setelah Reses Komisi III, dilanjutkan oleh Bambang DH dengan reses perseorangan dengan menindaklanjuti temuan tersebut untuk di kordinasikan sekaligus dipecahkan solusinya dengan mendatangi Gubernur Jawa Timur, Kepala BNN Jawa Timur hingga Sekretaris Provinsi Jawa Timur.

Sementara itu, Bambang DH mengapresiasi keberhasilan yang mampu ditorehkan BNN Provinsi Jatim di bawah terbatasnya anggaran dan personel. “Saya memberikan apresiasi kepada BNN Jatim,” tandas Bambang DH.

Selain itu, Bambang DH juga mengungkapkan akan berjuang mewujudkan pembangunan tempat-tempat rehabilitasi di Jatim.
“Saya sudah bertemu Gubernur Khofifah dan beliau sangat antusias untuk segera mewujudkan adanya tempat rehabilitasi di Jawa Timur, kolaborasi antara Pemerintah Pusat, Provinsi dan Daerah sangat penting untuk mewujudkan cita-cita menyelamatkan generasi bangsa,” ungkap Bambang DH yang juga sebagai Ketua Dewan Pembina Yayasan 17 Agustus 1945 Surabaya ini.

Terlebih data terbaru pengguna narkoba sudah menyasar ke siswa Sekolah Dasar (SD). “Di Surabaya sudah ditemukan pengguna narkoba anak usia 10 tahun. Ini juga menjadi perhatian serius kami, harus segera dilakukan pencegahan. Generasi harus segera diselamatkan dari peredaran narkoba,” ucap Bambang DH. [ifw/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar