Hukum & Kriminal

Azan Berkumandang, Napi Lapas Jombang Wajib Salat Berjamaah

Para napi Lapas Jombang saat menjalankan salat jamaah

Jombang (beritajatim.com) – Alunan azan asar berkumandang di masjid Lapas (Lembaga Pemasyarakatan) Jombang, Sabtu (20/4/2019). Suara panggilan waktu salat itu merambat di dinding-dinding pengap ruang penjara. Mengetuk nurani para penghuni kamar tersebut untuk menunaikan kewajiban.

Satu per satu para penghuni jeruji besi itu keluar. Mereka mengenakan baju warna putih, bersarung dan berpeci. Selanjutnya, para warga binaan tersebut antre untuk mengambil air wudlu. Mereka bersuci sebelum menyembah kepada yang Maha Suci.

Seiring dengan itu, suara dari pengeras suara masjid terus berkumandang, namun kali ini berganti melantunkan pujian. Warga binaan yang bergegas dari kamar tahanan semakin banyak, memadati masjid tersebut.

Warga binaan Lapas Jombang saat mengumandangkan salawat

Ketika masjid penuh, para jamaah membeber karpet di lapangan yang berdekatan dengan tempat ibadah itu. Selebihnya, menggelar sajadah di depan kamar mereka. Sabtu sore itu, Lapas klas IIB itu tak ubahnya seperti pesantren. Warna putih mendominasi para jamaah. Berderet rapi untuk bersimpuh kepada yang Maha Suci.

Usai salat jamaah, warga binaan tidak bergeser dari tempatnya. Karena mereka mendengarkan siraman rohani dari KH Nurhadi alias Mbah Bolong. Saat kiai asal Jombang ini datang, warga binaan berebut untuk bersalaman.

Dalam kesempatan itu, Mbah Bolong memberikan ceramah tentang keimanan. Semua yang hadir mendengarkan dengan seksama. Mereka akan tertawa berderai ketika Mbah Bolong menyelipkan guyonan dalam ceramah tersebut.

Kepala Lapas Jombang Wahid Wibowo mengatakan, pengajian yang melibatkan semua warga binaan tersebut rutin dilakukan setiap Sabtu. Tujuannya, untuk membina mental para penghuni Lapas. Dengan begitu, ketika mereka kembali ke masyarakat sudah bisa menyesuaikan diri.

“Salah satu bentuk pembinaan mental itu, mereka kita libatkan dalam pengajian umum dengan mengundang penceramah dari luar. Seperti hari ini kita menghadirkan Mbah Bolong. Dengan begitu, mereka lebih kuat menghadapi permasalahan yang dihadapi,” kata Wahid di sela pengajian.

KH Abdul Hadi atau Mbah Bolong (kiri)

Wahid mengatakan, pengajian yang melibatkan seluruh warga Lapas sebenarnya ada dua. Yakni, pengajian Mbah Bolong pada Sabtu sore dan Jumat pagi acara salawatan yang mendatangkan ustaz Faqih. Selain itu, para narapidana dan tahanan juga diwajibkan salat berjamaah di masjid Lapas. Utamanya, salat duha, zuhur dan asar.

“Sedangkan salat wajib lainnya bisa dilakukan berjamaah di kamar masing-masing. Kemudian mereka juga kita ajari mengaji. Oleh sebab itu, pihak Lapas juga menggandeng sejumlah pesantren yang ada di Jombang,” kata Wahid.

Wahid menambahkan, untuk menambah wawasan keagamaan warga binaan, pihaknya juga menggandeng Kemenag (Kementerian Agama) setempat guna menggelar pesantren kilat. “Mudah-mudahan sebelum datang puasa, pesantren kilat sudah bisa kita adakan,” urainya.

Wahid berharap, dengan berbagai upaya itu, warga binaan benar-benar bisa merubah diri. Sehingga ketika kembali ke masyarakat dan keluarga mereka bisa berguna. “Selain pendekatan agama, mereka juga kita berikan keterampilan,” ujar Wahid sembari mengatakan jumlah penghuni Lapas Jombang sebanyak 775 orang. [suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar