Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Ayah Aniaya Anak Kandung Agar Istri Batal Minta Cerai

Tersangka MA (bertopeng) saat dirilis Polres Pelabuhan Tanjung Perak

Surabaya (beritajatim) – Sungguh tega hati MA (25). Dia menganiaya ML (4) anak kandungnya yang berjenis kelamin perempuan hingga hancur wajahnya. Bejatnya lagi, usai menganiaya, MA malah bikin video ancaman yang ditujukan kepada mantan istrinya agar mau kembali rujuk.

Dari keterangan salah satu anggota keluarga korban, pihaknya sempat melaporkan kepada Polres Pelabuhan Tanjung Perak pada 6 September 2021 malam. Dari laporan tersebut, mereka menjelaskan bahwa penganiayaan tidak terjadi hanya sekali. Bahkan, MA nekat membawa paksa ML yang masih kecil.

“Dulu ya pernah MA itu menganiaya anak sama ibunya. Rame juga orang kampung. Trus anaknya dibawa lari ke tempat ayahnya di Tambak Mayor, kami sudah laporkan ke Polres Perak September lalu tapi disuruh melengkapi bukti,” ujar narasumber yang enggan disebutkan namanya, Senin (27/12/2021).

Dikonfirmasi terkait kejadian tersebut, Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Giadi menjelaskan pihaknya masih mendalami informasi dari saksi dan warga sekitar.

“Masih kami dalami untuk kemungkinan itu, sejak Agustus tersangka dan istrinya ini pisah ranjang. Namun anaknya ada pada bapaknya. Dia juga mengancam kalau ibunya tidak kembali, anaknya akan dihabisi,” ujar Giadi saat dikonfirmasi Beritajatim.

Ditanya terkait tujuan pelaku membuat video penganiayaan yang sempat tersebar di media sosial, Giadi menjelaskan selama ini MA berusaha untuk rujuk kembali dengan istrinya. Tetapi, sang istri tidak mau.

“Tujuannya dikirim biar rujuk kembali jadi ditekan mental istrinya dengan menganiaya anaknya. Ini saat kami datangi sang anak sampai mengalami trauma dengan ayahnya,” imbuh Giadi.

Dari tangan tersangka, polisi menyita satu stel kaos luar dan dalam, satu buah flashdisk berisi video penganiayaan disertai ancaman untuk ibu kandung korban, dan satu buah ponsel.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 76 C juncto pasal 80 ayat 2 UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI nomor 23 tahun 2002 terkait kekerasan atau penganiayaan terhadap anak dengan ancaman penjara 3 tahun. [ang/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar