Hukum & Kriminal

Asimilasi Cegah Covid-19, Rutan Medaeng Kembali Pulangkan Napi

Kasi Pelayanan Tahanan Rutan Medaeng Ahmad Nur Dukha

Surabaya (beritajatim.com) – Dalam upaya penyeberan covid-19, Rumah Tahanan (Rutan) Klas I Medaeng Surabaya kembali memulangkan sejumlah Narapidana (Napi) melalui program asimilasi. Sampai hari ini, sudah ratusan tahanan yang dipulangkan.

“Kemarin ada tambahan 26 orang, sekarang ada 5 yang sudah diproses,” ujar Kasi Pelayanan tahanan Rutan Medaeng Ahmad Nur Dukha, Selasa (7/4/2020).

Lebih labjut Dukha menyatakan, program Pemberian Asimilasi Dan Hak Integrasi Bagi Narapidana Dan Anak ini dalam rangka pencegahan dan penanggulangan Penyebaran Covid-19 sebagaimana tertuang dalam Permenkumham Nomor 10 Tahun 2020.

Dukha menambahkan, penambahan jumlah tahanan yang dibebaskan tersebut berdasarkan putusan dari PN Surabaya dan ada BA17 dari Kejaksaan.

“Yang bebas hari ini adalah data napi yang lengkap surat-suratnya yang bisa diasimilasi,” ujarnya.

Sebelumnya, Kakanwil Kemenkumham Jatim Krismono menyatakan jajarannya telah melakukan tindak lanjut atas Pemenkumham yang ditandangani oleh Menkumham Yasonna Laoly pada 31 Maret 2020 itu. “Hari ini data yang sudah masuk kepada kami, sebanyak 469 WBP telah mengikuti program asimilasi dan 58 WBP mendapatkan haknya melalui proses integrasi,” ujar Krismono.

Krismono menuturkan, data yang ada masih bersifat sementara. Karena, proses pemberian hak asimilasi dan integrasi terkait Permenkumham Nomor 10 Tahun 2020 masih terus berlangsung hingga 7 hari ke depan. Dan data tersebut baru berasal dari 23 diantara 39 lapas/ rutan di Jatim.

“Pihak lapas/ rutan harus benar-benar memperhatikan ketentuan yang ada sekaligus membuat SK penetapannya, sehingga proses ini membutuhkan waktu,” tambah Krismono,” Rabu (1/3/2020).

Pria yang menjabat di Jatim sejak awal tahun 2020 itu menekankan pentingnya program ini. Saat ini, seluruh lapas/ rutan di Jatim dihuni oleh 29.618 WBP atau mengalami overkapasitas penghuni sebesar 132%. Hal inilah yang membuat lapas/ rutan menjadi tempat yang rawan dalam penyebaran virus SARS-COV2 itu.

“Dengan kondisi saat ini, ketika satu saja WBP tertular, maka akan sangat cepat potensi penularannya,” terangnya.

Untuk itu, Krismono menegaskan akan terus memperhatikan dan melakukan pemantauan untuk memastikan proses pelayanan berjalan dengan baik. Sehingga, seluruh WBP bisa terhindar dari wabah COVID-19 ini.

“Alhamdulillah sampai saat ini, tidak ada WBP yang menjadi ODP, PDP maupun positif COVID-19,” tutup Krismono. [uci/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar