Hukum & Kriminal

Asimilasi, 26 Warga Binaan Lapas Mojokerto Bebas

Sebanyak 26 warga binaan sujud syukur usai mendapatkan SK bebas bersyarat dari Lapas Klas IIB Mojokerto. (Foto: misti/bj.com)

Mojokerto (beritajatim.com) – Sebanyak 26 warga binaan Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Klas IIB Mojokerto melakukan sujud syukur setelah menerima asimilasi sehingga bisa bebas. Asimilasi diberikan sesuai
Peraturan Hukum dan Hak Asasi Manusia (Permenkumham) Nomor 10 Tahun 2020.

Permenkumham Nomor 10 Tahun 2020 tentang Syarat Pemberian Asimilasi dan Hak Integrasi Bagi Narapidana dan Anak Dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19 tersebut diberikan sebagai upaya penyebaran virus Corona (Covid-19) di dalam Lapas.

Sehingga ada 26 warga binaan Lapas Klas IIB Mojokerto bisa menghirup udara bebas setelah mendapat Surat Keputusan (SK) pembebasan bersyarat dan cuti bersyarat atau cuti menjelang bebas. Hal tersebut disampaikan Kepala Lapas Klas IIB Mojokerto, Wahyu Susetyo.

“Hari ini kita melaksanakan asimilasi bagi warga binaan sebanyak 26 orang. Mereka semua sudah mendapatkan SK integrasi, yang sebelumnya kami usulkan, sesuai Permenkumham Nomor 10 Tahun 2020. Mereka merupakan narapidana kasus tindak pidana umum,” ungkapnya.

Masih kata Wahyu, tidak ada narapidana kasus korupsi yang saat ini mendapatkan SK pembebesan bersyarat. Ada beberapa tahapan yang dilakukan Lapas Klas IIB Mojokerto pasca menerima regulasi Permenkumham HAM Nomor 10 tahun 2020 dan Keputusan Menkum HAM Nomor 19.PK.01.04 Tahun 2020.

“Mereka (Warga binaan) yang bisa mendapatkan SK pembebasan bersyarat, cuti bersyarat dan cuti menjelang bebas harus sudah menjalani masa tahanan minimal setengah dari total masa hukuman. Kita juga berikan sosialisasi dan seleksi kepada warga binaan yang hari ini bebas,” katanya.

Kepala Lapas Klas II Mojokerto, Wahyu Susetyo memberikan SK pembebasan kepada warga binaan yang bebas. (Foto: misti/bj.com)

Wahyu menjelaskan, akan ada beberapa warga binaan lain di Lapas Klas IIB Mojokerto yang bebas. Namun pihaknya masih akan melakukan pengkajian lebih lanjut dan sebelum mengajukan SK Pembebasan Bersayarat, Cuti Bersyarat dan Cuti Menjelang Bebas, bagi warga binaan lainnya.

“Jadi yang mendapatkan asimilasi ini yang masa hukumannya habis sebelum tanggal 31 Desember 2020. Saat ini kami masih ada yang diusulkan untuk tahap berikutnya. Kami mengimbau untuk warga binaan yang hari ini bebas, agar berada di rumah saja tidak keluyuran kemana-mana untuk mencegah penyebaran virus Covid-19,” terangnya.

Sementara itu, salah seorang warga binaan Lapas Klas IIB Mojokerto yang bebas, Muslimin (29) mengaku bahagia bisa menghirup udara bebas. “Saya senang sekali. Saya sudah menjalani hukuman satu tahun empat bulan, harusnya keluar bulan Agustus 2020 nanti. Tapi karena dapat pembebasan bersyarat, Alhamdulillah bisa keluar hari ini,” tuturnya.

Warga asal Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto ini mengaku kapok mendekam di dalam sel tahanan. Ia berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi yakni berurusan dengan obat-obatan terlarang serta narkoba. Pasca bebas, ia berencana menjalani hidupnya ke depan dengan baik dan membahagiakan keluarganya. [tin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar