Hukum & Kriminal

Aset yang Disita dari Investasi Bodong Diharapkan Bisa Dikembalikan ke Para Korban

Salah satu aset milik CV TMJ yang disita. (Foto/dok.beritajatim.com)

Ponorogo (beritajatim.com) – Dalam berkas tuntutan tim Jaksa Penuntut Umum (JPU), total kerugian akibat kasus investasi bodong penggemukan sapi perah CV Tri Manunggal Jaya (CV TMJ) mencapai Rp 26 miliar. Jumlah tersebut dihimpun dari 15 saksi korban yang dimintai keterangan. Dan itu hanya yang ada di Ponorogo saja. Sedangkan untuk aset dari CV TMJ ditaksir hanya Rp 7 miliar.

Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo I Gede Wiraguna Wiradarma, menyebut jika proses hukum kasus penipuan investasi bodong ini, untuk daerah lain terpisah. Di daerah lain sudah ada pemberkasan dan ada terdakwanya tersendiri. Kejari Ponorogo menilai jika dana dari investasi bodong itu akan dikembalikan ke para korban.

“Untuk aset yang disita, kami menilai untuk di kembalikan ke para korban,” kata Wira sapaan I Gede Wiraguna Wiradarma, Selasa (17/11/2020).

Namun, Wira menggarisbawahi bahwa keputusan nantinya tetap di majelis hakim. Kejaksaan tinggi (Kejati) dan tim ahli juga sependapat jika kerugian akibat kasus ini harus dikembalikan kepada par korban. Sebab, tindak pidana utamanya penipuan, meski pendalamannya ada tindak pidana pencucian uang (TPPU). “Kami meminta masukan dari Kejati dan tim ahli, mereka juga sependapat kerugian dikembalikan kepada para korban,” katanya.

Para korban, kata Wira sudah membentuk wadah yang telah dinotariskan guna mengurus pengembalian kerugian dari investasi bodong tersebut. Wadah itulah yang akan berfungsi mengembalikan dana kepada para korban CV TMJ. Jika majelis memutuskan dana dikembalikan kepada para korban, maka Kejari Ponorogo akan memproses pengembaliannya melalui wadah korban tersebut.

“Jadi jika keputusan sudah inkrah, dan terdakwa sudah dieksekusi. Baru aset maupun barang bukti itu diserahkan ke wadah untuk dibagikan ke para korban,” pungkasnya. (end/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar