Hukum & Kriminal

Aset Kekayaan Mantan Kadinkes Gresik Disita 

Mantan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Gresik, dr Nurul Dholam

Gresik (beritajatim.com) – Aset kekayaan mantan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Gresik, dr Nurul Dholam bakal disita oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik, jika tidak melakukan pembayaran uang pengganti (UP) kerugian negara sebesar Rp 1,9 Miliar.

Aset tersebut disita karena kasasi terpidana dr Nurul Dholam ditolak oleh Mahkamah Agung (MA) sesuai dengan hasil putusan MA tanggal nomor 20 November 2019 dengan nomor 3786 K/Pid.sus/2019.

“Terpidana dr Nurul Dholam oleh MA dihukum dengan hukuman penjara selama 4 tahun denda Rp 300 juta subsidair 3 bulan penjaran dan diwajibkan membayar Uang Penganti (UP) sebesar Rp 1,954 miliar. Jika dalam jangka waktu 1 bulan UP tidak dibayar maka asetnya akan disita dan dilelang,” ujar Kasi Pidsus Kejari Gresik, Dymas Adji Wibowo, Senin (06/01/2020).

Menurut Dymas, terpidana telah membayar uang pengganti sebesar Rp 500 juta sebagai uang titipan. Uang tersebut nantinya akan dibayarkan ke kas negara sebagai uang pengganti, maka terpidana diwajibkan membayar kekurangan UP kerugian negara sebesar Rp 1,454 miliar.

“Kami telah memberitahukan putusan MA ini kepada terpidana. Sedangkan untuk menganti UP terpidana minta waktu seminggu untuk musyawarah dengan keluarganya,” paparnya.

Dymas menambahkan, saat ini pihaknya masih melakukan pendekatan secara persuasif agar terpidana melakukan pembayaran UP.

“Aset terpidana sudah dikantongi oleh penyidik, jika terpidana tidak membayar UP sesuai dengan putusan, maka kami akan bertindak tegas,” imbuhnya.

Seperti diberitakan, terpidana mantan Kadinkes Kabuputen Gresik, dr Nurul Dholam terjerat kasus korupsi pemotongan jasa pelayanan (Jaspel) BPJS Kesehatan sebesar 10 persen di 32 puskesmas di Kabupaten Gresik.

Pemotongan itu berlangsung sejak 2016 hingga 2018. Total kerugian negara mencapai Rp 2,4 miliar. Namun, terpidana hanya mengembalikan uang negara sebesar Rp 500 juta. (dny/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar