Hukum & Kriminal

Artimunah Bantah Sekap 4 Anaknya

Malang (beritajatim.com) – Artimunah (64), warga Dusun Purworejo Rt.04, Rw, 02, Desa Banjarejo, Kematan Pakis, Kabupaten Malang, membantah telah melakukan penyekapan terhadap 4 anaknya. Artimunah beranggapan, keempat anaknya berkeinginan mengurung diri.

Camat Pakis, Agus Harianto mengatakan, permasalahan dugaan penyekapan tersebut terbongkar lantaran adanya laporan warga melalui kades, yang meresa iba karena anak-anak Artimunah diduga telah disekap dalam kurun waktu yang lama.

“Mendapat laporan tersebut, kami bersama Muspika Pakis, tim dokter dari Puskesmas serta Dinas Sosial mendatangi rumah yang di informasikan menjadi lokasi penyekapan. Tapi, sebelumnya saya perintahkan pihak desa untuk melakukan pendekatan terlebih dahulu sebelum Muspika datang bersama-sama,” ungkap Agus, Sabtu (4/1/2020).

Setelah berhasil melakukan pendekatan dengan Artimunah, lanjut Agus, Muspika datang dan masuk ke rumah tersebut yang disambut langsung oleh pemilik rumah yakni Artimunah. Namun, ketika ditanya keberadaan para anak-anaknya, Artimunah mengaku jika anak-anaknya tidak berada di dalam rumah.

“Waktu itu, kami terus berupaya melakukan pendekatan persuasif. Karena Artimunah selalu melarang orang yang akan ke belakang, kami curiga anak-anaknya ada di dalam kamar. Kami menyuruh untuk melihat lewat jendela kamar yang telah berhasil di congkel. Dan ternyata benar, didalam kamar tersebut ada dua anaknya,” jelasnya.

Agus melanjutkan, pihak Muspika Pakis meminta untuk membuka kamar yang berada di dalam rumah tersebut. Akan tetapi, bu Artimunah seolah-olah mengelak dengan alasan kunci kamar lupa di taruh mana. Padahal, kunci kamar tersebut ada di dalam sakunya.

“Setelah berhasil dibuka, ditemukan dua orang perempuan yang merupakan anak dari pemilik rumah. Kemudian dibuka juga kamar yang berada di bagian tengah. Di sana juga ditemukan dua orang perempuan yang juga anak dari pemilik rumah. Kondisi seperti depresi, bu Artimunah sempat menolak saat akan kita evakuasi ke RSJ Lawang,” urainya.

Melihat kondisi anak-anaknya, pihak Muspika memutuskan untuk melakukan pemeriksaan medis dan kemudian diteruskan ke RSJ Lawang untuk memastikan kondisi kesehatan dan kejiwaan mereka.

“Karena awal informasi yang kita dapatkan, diduga disekap selama kurun waktu yang lama. Setelah pemeriksaan medis, mereka kemudian kami bawa ke RSJ Lawang untuk mengetahui kondisi kejiwaannya. Termasuk ibunya. Saat ini, anak nomor 1 dan nomor 3 beserta ibunya sudah dipulangkan dalam artinya rawat jalan, sedangkan anak nomor 2 dan yang ke-4 harus melakukan rawat inap di RSJ Lawang,” bebernya.

Sementara itu, Kades Banjarejo, Pakis Suko Mulyono menambahkan, sebenarnya permasalahan ini bukan penyekapan, namun anak-anak bu Artimunah yang lebih mengisolir diri dan tidak berinteraksi dengan warga.

“Sebenarnya, jika dikatakan menyekap kayaknya tidak. Mungkin anak-anaknya menarik diri. Tapi untuk alasan kami belum tahu kepastiannya,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, dugaan penyekapan Artimunah terhadap empat anaknya belum dapat dibuktikan. Namun, kondisi kamar empat anaknya dalam kondisi tertutup rapat, bahkan jendela kamar juga tertutup oleh gorden, dan tidak ada lampu penerangan.

Namun, rumah Artimunah terlihat bersih, dan kamar-kamar yang ditempati anak-anaknya juga bersih. [yog/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar