Hukum & Kriminal

Apes! Habis Transfer Duit, Legislator Demokrat Malah Kena Umpat

Jember (beritajatim.com) – Anggota DPRD Jember, Jawa Timur, mulai disasar aksi penipuan berkedok wakil rektor Universitas Jember dan wartawan. Si penipu meminta transfer sejumlah uang.

Awalnya, Alfian Andri Wijaya, legislator Partai Gerindra, mendapat telepon dari seseorang yang mengaku bernama Slamet. “Dia mengaku wakil rektor Universitas Jember dan minta nomor ponsel Pak Itqon (Ketua DPRD Jember Itqon Syauqi). Saya kasih, karena saya kira mungkin Unej mau berkoordinasi dengan DPRD,” katanya, Kamis (19/9/2019).

Ternyata berikutnya Slamet meminta lagi nomor anggota Dewan lainnya. Alfian mulai curiga. “Saya bilang tidak punya,” katanya.

Belakangan, ternyata ada seseorang mengaku bernama Ibnu dari Radar Pers melayangkan pesan pendek ponsel ke Itqon, legislator Gerindra Ahmad Halim, dan Ketua Fraksi Pandekar Agusta Jaka Purwana. Dalam pesan pendeknya kepada Agusta, Ibnu meminta sumbangan untuk seseorang bernama Didik Purwanto yang tengah menjalani operasi kelenjar getah bening. Uang diminta ditransfer ke rekening BCA atas nama Didik.

Agusta mentransfer Rp 150 ribu, karena kasihan. Namun mendadak ia mendapat pesan pendek berisi umpatan dari Ibnu. “Saya memang ditelepon, tapi tidak saya angkat. Kan kurang ajar benar, sudah ditransfer uang, saya masih dipisuhi,” katanya.

Itqon juga mendapat pesan pendek ponsel berisi umpatan sama persis dengan yang diterima Agusta. “Saya ditelepon, tapi saya tidak angkat,” katanya.

Halim nyaris mentransfer sejumlah uang. Namun dia dilarang oleh salah satu wartawan yang biasa liputan di gedung parlemen. “Saya dan Mas Halim sama-sama nyaris terpanggil, jiwa kemanusiaan kami, sungguh tidak tega,” kata Itqon.

“Kita semua harus waspada, bahwa saat ini begitu banyak modus dilakukan oleh orang-orang untuk melakukan kejahatan. Salah satunya, lewat sambungan telpon. Oknum penipu ini memohon dengan sangat supaya kita membantu pembiayaan keponakannya yang menderita kanker getah bening. Inilah dua sisi teknologi informasi yang sedang kita nikmati saat ini. Satu sisi sangat membantu aktivitas keseharian kita, namun di sisi lain bisa disalahgunakan untuk berbuat kejahatan, seperti kasus penipuan melalui telpon ini,” kata Itqon. [wir/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar