Hukum & Kriminal

Antrian Warga Mengular saat Perpanjangan SIM di Tengah Pandemi Covid-19

Gambar tangkap layar video yang menunjukkan pengurusan SIM membuat warga mengantri hingga mengular di Mall BGJ Surabaya, Sabtu (18/4/2020).

Surabaya (beritajatim.com) – Dampak pandemi Covid-19, membuat titik layanan Surat Izin Mengemudi dari Satlantas Polrestabes Surabaya berkurang. Dari empat titik pelayanan di Kota Surabaya, kini hanya dua titik yang masih beroperasi. Akibatnya, pemohon membludak hingga antrian mengular dan berdempetan.

Hal tersebut terlihat di video yang beredar di jejaring sosial WhatApp maupun Facebook. Antrian terlihat menumpuk di Mall BGJ Surabaya.

Dalam video yang diunggah oleh akun Trikky Andriawinto itu mendapat puluhan komentar dari netizen. Diperkirakan, antrian itu terjadi di parkiran Mall yang baru dibuka pada pukul 11.00 WIB. Padahal masyarakat yang hendak mengurus SIM datang lebih awal.

Kasatlantas Polrestabes Surabaya, AKBP Teddy Chandra membenarkan video tersebut ada di mall BG Junction. “Pelayanan masih buka di Mall BGJ dan Colombo. Untuk video antrian tersebut ada di parkiran karena memang mall baru buka jam 11.00 WIB, sedangkan masyarakat datang lebih awal dengan asumsi dulu-duluan datang untuk mengurus SIM,” kata Teddy, Sabtu (18/4/2020).

Karena situasi terkini wabah covid 19, polisi berupaya untuk menerapkan protokoler kesehatan. Langkah ini guna mencegah dan mengatisipasi penularan dengan tidak membiarkan masyarakat bergerombol dan berdekatan. Sebab Kota Surabaya sudah menjadi kota dengan pola physical distancing.

“Kalau di SIM Cornernya sudah kami terapkan protokoler kesehatan cegah Covid 19. Untuk video yang beredar memang diluar SIM Corner, tapi di area parkiran. Maka nanti akan kami bicarakan supaya ada pengawasan di luar mall atau sekitar mall,” tambahnya.

Langkah ini diharapkan bisa membuat warga untuk lebih berhati-hati terutama saat berkelompok. Tak hanya meminta petugas keamanan mall, pihak kepolisian juga akan menerjunkan personil. Sehingga nantinya antrian padat tak lagi terjadi.

“Insyallah nanti akan kami tempatkan personil untuk mengantisipais antrian tersebut terjadi lagi. Nomor sesuai kuota dan jika habis kuota ya harus datang kembali esoknya,” tandas perwira menengah ini.(man/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar