Hukum & Kriminal

Antisipasi Virus Corona, PN Surabaya Siaga Penuh

Martin Ginting SH Humas PN Surabaya

Surabaya (beritajatim.com) – PN Surabaya melakukan langkah siaga penuh dalam memerangi penyebaran virus Corona atau Covid-19, lembaga peradilan ini memberlakukan sistem pemeriksaan menggunakan thermal scanner (alat pendeteksi tubuh yang terjangkit virus corona) oleh salah satu petugas security.

Bagi pengunjung yang memiliki suhu badan diatas 37,6 derajat celcius, dilarang memasuki area pengadilan.

Humas Pengadilan Negeri Surabaya, Marting Ginting mengatakan saat ini pihaknya memberlakukan sistem satu pintu untuk keluar masuknya pengunjung pengadilan.

Ginting menyebut, sejauh ini belum ada interuksi meliburkan atau menunda semua sidang. Namun semua warga pengadilan sudah melakukan siaga penuh terkait hal ini.

“Kita warga pengadilan siaga penuh, semua pengunjung di periksa suhu tubuhnya. Yang suhunya 37.5 C dilarang masuk ke area pengadilan. Sementara waspada menunggu SOP dari pusat,” ujar Ginting, Selasa (17/3/2020).

Ginting menambahkan di pintu gerbang utama, para pengunjung akan langsung menghadapi alat thermal scanner dan detektor logam. Dengan peralatan khusus yang telah disiapkan, petugas akan melakukan scaning setiap pengunjung.

“Kita sudah siapkan satu alat pendeteksi suhu tubuh di pintu gerbang utama. Satu persatu pengunjung yang akan memasuki pengadilan, akan dideteksi suhu tubuhnya,” tegasnya.

Ia pun menegaskan, pengunjung yang memiliki suhu tubuh diatas 37,6 derajat celcius, dilarang masuk area Pengadilan. Hal itu berlaku untuk semuanya, tidak terkecuali pengunjung, pengacara, maupun hakim.

“Semuanya yang memiliki suhu tubuh diatas 37,6 derajat, tidak boleh memasuki area pengadilan. Meski pun belum pasti terpapar (virus corona) tapi setidaknya itu indikasi. Kami hanya ingin menolong mencegah para pencari keadilan yang lain,” tegasnya.

Selain alat pendeteksi suhu tubuh, di dalam area pengadilan pihaknya juga menyediakan hand sanitizer atau pencuci tangan di beberapa titik. Tujuannya, agar setiap saat para pengunjung dapat menjaga kebersihan diri.

“Selain deteksi melalui alat, juga sediakan hand sanitizer. Detektor diletakkan di depan gerbang, hand sanitizer saat ini masih ada 5 titik,” katanya.

Disinggung terkait dampak pada persidangan, ia menyebut untuk tindak pencegahan dari tahanan sudah dilakukan sejak di Lapas atau Rutan. Sehingga, ia pun meminta pada masyarakat untuk tidak perlu khawatir, karena pengadilan sudah melakukan tindakan pencegahan.

“Masyarakat tidak perlu khawatir, karena pengadilan sudah melakukan kegiatan pencegahan,” tandasnya.

Seperti diketahui, kasus pertama virus Corona di Indonesia diumumkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada, Senin (2/3) lalu.Tercatat awal, dua warga Depok telah dinyatakan positif terinfeksi virus Covid-19. [uci/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar