Hukum & Kriminal

Antisipasi Mudik Ditengah Wabah Corona, Ini Persiapan Polda Jatim

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Truno Yudo

Surabaya (beritajatim.com) – Merebaknya wabah corona yang menyebar di berbagai daerah di Indonesia membuat Polda Jatim melakukan langkah antisipasi terutama terhadap warga perantauan yang melakukan mudik ke kampung halaman.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menyatakan Kapolda Jatim sudah meminta ke seluruh jajaran untuk membuat posko tempat yang memang kedatangan seperti terminal, pelabuhan, stasiun Kereta Api dan bandara.

“Sejauh ini sudah terbentuk 95 posko yang ada di jajaran 39 Polres atau Polrestabes,” ujar Truno, Jumat (3/4/2020).

Di posko tersebut juga dilengkapi dengan beberapa fasilitas, karena berkaitan dengan pandemi covid 19 maka dalam posko ini dilengkapi dengan observasi, dimana posko ini nantinya bagian dari gugus tugas yang isinya sudah dilakukan koordinasi dengan gugus tugas yang terkait, kemudian dari BPBD, pemprov baik Polri, juga TNI.

” Nanti mekanismenya para saudara-suadara kita yang kembali ke kampung halaman ini wajib kita lakukan, kenapa, karena statusnya ketika datang sudah sebagai ODP,” tambahnya.

Maka harus dilakukan observasi terlebih dahulu, minimal kita lakukan thermal gun, mengecek suhu tubuh, apabila ada indikasi tentu dapat terdeteksi, maka ciri-ciri lainnya dapat diindikasikan dari batuk pilek dan lainnya.

“Ini nanti akan dilakukan lebih lanjut isolasi, yang kami siapkan ditempat-tempat tersebut yang berkoordinasi dengan dinkes yang kemudian nanti dilakukan isolasi mandiri ditempat tersebut,” tambahnya.

Kemudian setelah ada indikasinya, tentu Polres juga akan mengkoordinasikan untuk menjemput kemana RS rujukan terkait dengan ini bisa dilakukan dengan rapid tes.

Kalau pemudik berangkat sendiri?
Maka pihaknya akan memperdayakan juga sampai RT RW dari kelurahan desa. Jadi nanti petugas dari kelurahan akan melakukan pendataan dan melakukan pengecekan mandiri.

” Setelah berdasarkan observasi misalkan, ternyata memang sudah aman atau sehat ataupun sudah sembuh, bisa masuk daerah area kampung tersebut itu harapannya mendapat catatan dari dinas terkait yang memang kompeten seperti dinkes bahwa yang bersangkutan sehat dan bisa bergabung,” tandasnya. [uci/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar