Hukum & Kriminal

Antisipasi Dihajar Napi Lain, Pemerkosa 9 Bocah Ditempatkan di Sel Isolasi

Terpidana kasus pelecehan dan kekerasan anak di Mojokerto. Foto: misti/beritajatim

Mojokerto (beritajatim.com) – Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan dari warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Mojokerto, terpidana kasus pelecehan dan kekerasan anak, M Aris (20) ditempatkan di sel isolasi. Terpidana menempati sel isolasi bersama narapidana lainnya.

Plt Kepala Lapas Klas IIB Mojokerto Tendi Kustendi mengatakan, penanganan warga Dusun Mengelo, Desa Sooko, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto ditempatkan terpisah dengan yang warga binaan lainnya. “Karena kasus-kasus tertentu yang kelihatan akan menimbulkan kekhawatiran yang bersangkutan,” ungkapnya, Senin (26/8/2019).

Tukang las tersebut sudah ditempatkan di sel isolasi sejak sekitar empat bulan yang lalu karena dikhawatirkan ada warga binaan yang lain kecewa dengan perbuatan terpidana. Yang dikhawatirkan, ada rasa emosi saat dari warga binaan yang lain bertemu dengan terpidana.

“Sehingga antisipasi itu kita amankan dipisahkan dengan yang lain. Permasalahan yang ada disini yakni keterbatasan ruangan, terbatas sekali. Kapasitas kita hanya 334 tapi saat ini ditempati 739. Overload. Di tempatkan di sel isolasi, sampai kita lihat yang bersangkutan tenang dan warga binaan yang lain tidak kelihatan beringas,” katanya.

Masih kata Tendi, terkait perlakuan terhadap yang bersangkutan sama dengan yang lain. Hak dikasih. Makan, mandi dan ibadah. Saat ini, lanjut Tendi, yang bersangkutan saat ini belajar mengaji. Namun saat ini lebih banyak diam dimungkinkan karena takut dengan warga binaan yang lain.

“Kami juga ada wali napi yang memberikan konseling,” tegasnya.

Sekadar diketahui, Pengadilan memutuskan Aris bersalah melanggar Pasal 76 D junto Pasal 81 Ayat (2) Undang-undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Pemuda tukang las itu dihukum penjara selama 12 tahun dan denda Rp100 juta subsider 6 bulan kurungan.

Selain itu, Aris dikenakan hukuman tambahan berupa kebiri kimia. Hukuman kebiri merupakan pertimbangan dan keputusan para hakim di PN Mojokerto. Putusan perkara perkosaan yang menjerat Aris, naik banding ke Pengadilan Tinggi Surabaya.

JPU menilai putusan 12 tahun penjara yang dijatuhkan hakim PN Mojokerto, terlalu ringan dibanding tuntutan yang diajukan jaksa. PT Surabaya akhirnya menjatuhkan putusan yang memperkuat putusan PN Mojokerto. Muh Aris sebelumnya didakwa melakukan perkosaan terhadap sembilan anak gadis di wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto.

Aksi pemuda itu dilakukan sejak tahun 2015 dengan modus mencari korban usai pulang kerja. Salah satu aksi pelaku teredam CCTV pada, Kamis (25/10/2018) di wilayah Prajuritkulon Kota Mojokerto sebelum akhirnya diringkus polisi pada 26 Oktober 2018. [tin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar