Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Anggota DPRD Surabaya Sebut Ada Pendukung Tersangka Pencabulan Sawah Gede, Polisi : Masih Kami Dalami

Surabaya (beritajatim.com) – Wakil Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Surabaya, Hj Siti Maryam menerima aduan keluarga asal kawasan Kedurus, Kecamatan Karang Pilang, yang anaknya menjadi korban perkosaan oleh SG (48) yang merupakan pamannya. Selain menyebut pamannya sebagai tersangka utama, Siti juga menyebut ada tersangka lain yang ikut membantu dalam aksi pencabulan anak di bawah umur tersebut.

Hal tersebut disampaikan Siti saat diwawancarai oleh awak media. Bahkan, Siti menyebut karena pendukung tersangka masih bebas, anak di bawah umur tersebut sampai tidak berani bersekolah.

“Itu yang membuat saya miris, saat saya pantau selalu kondisi anak tersebut, tahu-tahu anak ini tadi pagi ndak berani masuk sekolah. Karena pelaku satunya yang mendukung perkosaan, masih berkeliaran di luar rumah,” ungkapnya saat dikonfirmasi wartawan.

Menanggapi hal tersebut, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Mirzal Maulana menyebutkan pihaknya masih menetapkan satu tersangka berdasarkan pemeriksaan. “Sudah diamankan oleh Unit PPA paman korban dengan inisial SG (48) warga Jalan Sawah Gede dan sehari-hari bekerja sebagai kuli bangunan,” ujar Mirzal saat dikonfirmasi Beritajatim.com, Kamis (13/01/2022).

Ditanya perihal istri kedua dari pamannya yang disebut menjadi pendukung aksi bejat tersebut, Mirzal menambahkan bahwa pihaknya masih mendalami kasus ini. “Kita lihat faktanya saja, kami masih mendalami jadi kami susun supaya jelas,” imbuhnya.

Sementara itu, saat ini korban sedang didampingi oleh Gerakan Nasionalisme Kebangsaan Indonesia (GNKI) untuk mendapatkan konseling agar trauma korban tidak berlanjut. Ketua Umum GNKI, Rumi Mariawi Ningsih mengatakan, bahwa F saat diketahui telah diperkosa oleh Pamannya. Pihaknya dengan sigap mendampingi F terlebih dahulu, langkah tersebut dilakukan, supaya F mau berbicara kepada orang lain, ke orang tua, ke dinas terkait, bahkan kepolisian. “Harus terbuka dulu. Itu yang kita dampingi seperti itu, supaya dia berani untuk mengungkapkan apa yang dialaminya,” jelasnya.

Ia berkomitmen, GNKI akan mendampingi korban hingga tidak lagi mengalami trauma yang dialaminya. “Untuk menghilangkan trauma kan ndak mudah, jadi butuh pendampingan terus dari kita,” pungkasnya. (ang/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar