Hukum & Kriminal

Anggota DPRD Gresik Asal Partai Nasdem Mahmud Terancam Dieksekusi

Mahmud (kiri) Saat Menghadiri Deklarasi Partai Nasdem Gresik

Gresik (beritajatim.com)– Surat petikan hasil revisi putusan MA (Mahkamah Agung) dengan terdakwa Mahmud, anggota DPRD Gresik asal Partai Nasdem, telah diterima oleh PN Gresik. Sehingga, dalam waktu dekat politisi berusia 55 tahun tersebut siap-siap dieksekusi.

Humas Pengadilan Negeri (PN) Gresik Herdiyanto Sutantyo membenarkan surat petikan hasil revisi putusan MA dengan terdakwa Mahmud telah diterima oleh PN Gresik. “Koreksi petikan putusan untuk terdakwa Mahmud sudah keluar dan sudah diterima oleh PN Gresik,” ujarnya, Rabu (19/8/2020).

Seperti diberitakan sebelumnya, koreksi petikan putusan yang semula tercatat Mahmud berjenis kelamin perempuan telah diperbarui menjadi jenis kelamin laki-laki. “Soal kesalahan adminstratif sudah dibetulkan oleh MA tentang kesalahan jenis kelamin. Putusan tetap sama yakni menghukum terdakwa dengan hukuman penjara selama satu tahun,” ungkap Herdy.

Sementara itu, Kepala Seksi Pidana Umum (Pidum) Kejari Gresik Firdaus masih belum bisa dikonfirmasi terkait selesainya koreksi administrasi petikan putusan MA tersebut. Secara terpisah, Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD Gresik Musa mengatakan, pihaknya belum bisa memberikan komentar terkait Mahmud. “Sampai saat ini saya belum mendapatkan tembusan petikan MA tersebut,” ungkapnya.

Sebelumnya, penyidik Polda Jatim menjerat Mahmud dengan pasal 378 dan 372 KUHP. Penetapan tersangka berdasar laporan PT Bangun Sarana Baja (BSB) ke Polda Jatim pada Rabu, 11 April 2018. Mahmud diduga melakukan penipuan pemalsuan dokumen jual-beli tanah. Selama penyidikan tersangka tidak ditahan.

Menanggapi hal ini, kuasa hukum Mahmud, Gunadi menyatakan tetap bersikukuh melakukan upaya hukum lanjutan, yakni langkah peninjauan kembali hasil putusan tersebut. “Kesalahan tersebut terbilang fatal, tidak sesuai dengan dasar-dasar hukum acara pidana. Dasar yang dimaksud yakni error in persona, yaitu putusan tersebut bisa dialamatkan kepada orang yang berbeda atau yang salah,” katanya.

Selain itu, kata Gunadi, pihaknya mengaku telah menyusun berkas-berkas untuk melakukan peninjaun kembali. “Sedang kami susun. Yang pasti ada bukti baru lain yang akan kami siapkan jadi mohon waktu,” pungkasnya. [dny/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar