Hukum & Kriminal

Anggota DPRD Bojonegoro Bantah Lakukan KDRT

Terlapor usai diperiksa di Unit UPPA Satreskrim Polres Bojonegoro.

Bojonegoro (beritajatim.com) – Oknum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro inisial MR, dari fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dilaporkan istrinya ke polisi atas dugaan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Oknum anggota Komisi A DPRD Bojonegoro itu mengungkapkan bahwa laporan yang ditujukan kepadanya itu tidak benar. Namun, dia tetap memenuhi panggilan penyidik untuk diperiksa sebagai saksi karena menghargai hukum yang berlaku dan menjalankan asas praduga tak bersalah.

“Laporan itu tidak benar. Bisa-bisa malah menjadi boomerang bagi pelapor, karena memberi keterangan palsu,” ujarnya di Mapolres Bojonegoro, Selasa (29/9/2020).

Namun, dia mengaku tidak akan melaporkan balik pelapor karena mempertimbangkan dampak psikologis bagi anak-anaknya. Sehingga, dia berharap, dalam laporan ini bisa berakhir tidak terlalu jauh atau mengarah pada jalur hukum.

“Harapannya jangan sampai terlalu jauh, artinya bisa damai, karena pelapor juga merupakan ibu dari anak kandung saya sendiri. Aib dia juga menjadi aib saya,” jelasnya.

Sementara Kasat Reskrim Polres Bojonegoro AKP Iwan Hari Poerwanto mengungkap, pemeriksaan yang dilakukan hari ini terhadap terlapor masih berstatus sebagai saksi. Untuk penetapan tersangka sendiri harus melalui gelar perkara terlebih dahulu, setelah pemeriksaan terhadap saksi-saksi selesai.

“Ini belum ditetapkan tersangka. Setelah pemeriksaan ini kami akan melakukan gelar perkara untuk mempelajari hasil penyelidikan,” terangnya.

Dalam laporan kasus KDRT yang menyangkut oknum Anggota DPRD Bojonegoro itu pihaknya sudah memeriksa beberapa saksi. Diantaranya dari pelapor inisial AS yang juga istri terlapor, anak pelapor dan rekan politik.

Sekadar diketahui, dalam laporan itu terlapor diduga telah melakukan tindak KDRT dengan cara mendorong pelapor hingga menyebabkan memar dan patah tangan sebelah kiri. “Sebelumnya, keduanya juga sempat saling adu mulut, karena sudah tidak ada kecocokan dalam rumah tangga,” pungkas AKP Iwan. [lus/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar